banner 728x250

Pengurus MAAM Dikukuhkan, Banyak Sengketa Bisa Diselesaikan Secara Hukum Adat

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar.com – Banyak persoalan sengketa adat yang terjadi di Sumatera Barat yang diselesaikan melalui hukum positif yang tidak mengindahkan nilai-nilai adat. Karena hukum positif menggunakan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sementara hukum adat sendiri belum memiliki peradilan hukum adat yang dapat menyelesaikan persoalan yang muncul dan tidak berbenturan dengan hukum positif yang berlaku di NKRI ini.

Demikian diungkapkan Imam Limbago Majelis Tinggi Mahkamah Adat Alam Minangkabau (MAAM) Tengku Irwansyah  Angku Datuk Katumangguangan, Rabu (29/12/2021) pada Milad ke-IX MAAM, di hotel Emersia Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Pada Milad ke-IX, dilakukan pengukuhan pengurus MAAM periode 2021-2026 dan Diklat Saksi Ahli Hukum Adat Minangkabau dalam Ranah Hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (Hukum Positif).

banner 336x280

Menurut Irwansyah  Angku Datuk Katumangguangan, kehadiran MAAM bukanlah organisasi tandingan terhadap organisasi kemasyarakatan Minangkabau lainnya yang sudah duluan ada. “MAAM hadir bagaimana turut membantu menyelesaikan sengketa dan perkara yang terjadi di masyarakat yang bisa diselesaikan secara hukum  adat sebelum sampai ke pihak penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Banyak sengketa dan perkara yang terjadi di tengah masyarakat, sebenarnya bisa diselesaikan secara adat dengan melibatkan ninik mamak, penghulu maupun ahli hukum adat,” kata Irwansyah  Angku Datuk Katumangguangan.

Dikatakan Irwansyah  Angku Datuk Katumangguangan, MAAM yang lahir pada 29 Desember 2013 lalu di Nagari Limo Kaum Kabupaten Tanah Datar. Memang banyak tudingan yang macam-macam terhadap kehadiran MAAM. Namun, MAAM yang sudah terdaftar di Kemenkum HAM sesuai dengan Undang-Undang Keormasan No. 17 tahun 2013. MAAM siap bergandengan tangan dengan organisasi yang sudah ada sebelumnya dan pihak-pihak yang peduli dengan hukum adat Minang.

“Makanya keanggotaan MAAM tidak saja dari kalangan pemuka adat Minang, datuak, penghulu, akan tetapi juga dari  yang berlatar belakang polisi, jaksa, pengusaha, praktisi maupun pihak lain yang peduli dengan hukum adat Minang,” kata Irwansyah  Angku Datuk Katumangguangan menambahkan.

Turut memberikan sambutan Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan Syafrizal Ucok Datuak Nan Batuah. (02)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.