banner 728x250

Kunjungi MTs Islamiyah Batahan, Ini Pesan Kakan Kemenag Pasaman Barat

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar.com – Pengabdian guru honor dalam menjalankan tugasnya mengajar di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah swasta memang luar biasa. Dengan honor yang terbatas, guru honor tetap memberikan pengabdian mengajar kepada anak-anak masa depan bangsa.

Demikian diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat Muhammad Nur, Kamis (2/12/2021), dalam pertemuan dengan pimpinan, majelis guru dan pengurus OSIM Madrasah Tsanawiyah (MTs) Islamiyah Batahan, Silaping Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat. Menurut Muhammad Nur, dengan keterbatasan anggaran dari dana BOS, pihak sekolah swasta boleh memunggut iuran dari siswa. Sehingga kebutuhan sekolah dan proses belajar mengajar lebih optimal.

banner 336x280

“Dengan anggaran Rp 300 juta setahun dari dana BOS, itu masih belum mencukupi untuk membiayai seluruh kegiatan dan honor gurunya sebanyak ini. Karena itu sangat dimungkinkan untuk memunggut iuran dari siswa agar proses belajar mengajar bisa lebih ditingkatkan,” kata Muhammad Nur.

Muhammad Nur juga mengingatkan para guru jangan sampai terlambat masuk kelas karena bisa berakibat fatal bagi siswa dan sekolah sendiri. “Ada pengalaman sebuah sekolah, gara-gara gurunya terlambat masuk sekolah, sejumlah murid bergurau saling memukul dan adengan gurauan  tersebut direkam dengan hape oleh salah seorang siswa. Tayangan video tersebut dishare yang seolah-olah menggambarkan ada kekerasan di sekolah tersebut,” tutur M.Nur.

Ternyata, kata Muhammad Nur, tayangan video tersebut mendapat tanggapan dan sorotan dari berbagai pihak dengan cepat. Termasuk pejabat dari Jakarta setingkat Menteri turut memberikan komentar. Setelah ditelusuri ke lokasi, ternyata tidak ada tindakan kekerasan diantara anak. Hanya saja anak saling bergelut sembari menunggu guru terlambat masuk kelas. Akibat viral di media sosial, sekolah tersebut akhirnya kekurangan murid dari tahun ke tahun. Orang tua enggan menyerahkan anak ke sekolah tersebut karena dianggap anak-anak tidak aman dari tindakan kekerasan.

Ketua Yayasan Islamiyah Batahan Drs. Harisdan M. Batubara sebelumnya menyebutkan, Tsnawiyah ini bermula tahun 1 September 1963 dengan mendirikan jenjang pendidikan Pendidikan Guru Agama (PGA)  6 tahun.  Kemudian tahun 1978 jenjang PGA dihapus harus dilebur menjadi  Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), masing-masing selama 3 tahun.
Tahun  2006 lembaga pendidikan harus berbadan hukum. Sejak itu dibentuk Yayasan Islamiyah Batahan. Pengambilan nama Islamiyah, karena tahun 1939 sudah ada lembaga pendidikan di daerah ini, yang bernama  Islamiyah Batahan.

Pertemuan dihadiri Kepala MTs Islamiyah Batahan Hasbi, Kepala Madrasah Aliyah Ismed Muliadarma,  Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ranah Batahan Abdi, Kepala KUA Talamau Zuarman. (02)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.