banner 728x250

TPP se Lampung Tengah Rakor Bersama Dinas PMK Lampung Tengah

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar.com – Bertempat di komplek rumah dinas Bupati Lampung Tengah, Aula Nuwo Balak, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, jajaran keluarga besar Tenaga Pendamping Profesional (TPP) se Kabupaten Lampung Tengah gelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (24/11/2021) lalu.

Koordinator TPP Kabupaten Lampung Tengah, Nanang Susanto, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan, sejak Covid-19 melanda 2 tahun lalu, kita selalu mengadakan rakor dengan terbatas, dan protokol kesehatan ketat, hanya melibatkan Koordinator Kecamatan (korcam) saja dan untuk saat ini kita libatkan semua, mulai jenjang Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD).

banner 336x280

“Dan Alhamdulillah telah hadir ditengah-tengah kita adalah dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Lampung Tengah, rakor media silaturahim ini dihadiri TA, PD, PLD, diikuti sebanyak ; TA : 6 orang, PD : 64 orang dan PLD : 74 orang, dengan rakor ini kita bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah mewujudkan visi misi Lampung Tengah Berjaya” tambah mantan Ketua Umum PMII Cabang Kota Metro, Provinsi Lampung ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten, Kabupaten Lampung Tengah, Fathul Arifin, S.IP, MM, dalam sambutannya menyampaikan, mengajak semua elemen TPP untuk membangun Lamteng Berjaya bersama Bupati Lampung Tengah,

“Dalam pengelolaan Dana Desa ini misalnya, pendampingan TPP dikampung masing-masing maksimalkan dengan hasil yang kualitas, lebih intensif koordinasi dengan Camat masing-masing, dan Kepala Kampung” tambahnya.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah sedang menyusun turunan Permendesa No 7 Tahun 2021tentang skala prioritas Dana Desa tahun 2022, dalam hal ini skala lokal Kabupaten Lampung Tengah,” tambah mantan Camat Kecamatan Terbanggi Besar ini.

“Songsong tahun 2022 yang akan datang pembangunan dan pemberdayaan Kampung berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), indikatornya adalah bedah bersama Indeks Desa Membangun (IDM), kita tingkatkan kualitas  dari desa maju menuju desa mandiri, dari berkembang menuju maju, dan mengurangi kampung tertinggal yang ada di Kabupaten Lampung Tengah,” tambahnya.

Kepala Bidang Pemerintahan PMK Lampung Tengah, Purwanto, menambahkan, kedepan Kampung-Kampung untuk pengembangan smart village, dan juga desa digital, ini penting untuk kemajuan kampung.

“Elektronik Samsat Desa (e-samdes), akan di launching pada 30 kampung, pada awal bulan Desember 2021 yang akan datang. Dan masing-masing kampung untuk pengurus Bumdesa se Kabupaten Lampung Tengah segera daftarkan ke Kemenkumham RI, dan yang tak kalah penting Eks PNPM untuk tata kelola unit simpan pinjam pada 17 kampung yang ada, bisa terwujud Bumdesa Bersama, dan menciptakan usaha yang potensial,” tutupnya.

Sebagaimana kita mafhumi bersama, bahwa secara geografis dan sosiologis Kabupaten Lampung Tengah terdiri dari 28 Kecamatan, 301 Kampung, dan 10 Kelurahan. (Akhmad Syarief Kurniawan)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *