banner 728x250

Sukseskan Kemandirian Pesantren, Kakanwil Kemenag MoU Dengan Pemprov Sumbar

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Sumatera Barat   Helmi menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapur, Bukik Kandih, Kecamtan VII Koto, Kabupaten Padangpariaman. Kerja sama ini dilakukan dalam mendukung usaha pengembangan kemandirian ekonomi lembaga pondok pesantren, Sabtu (27/11/2021).

Kegiatan ini juga dihadiri   Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Direktur Pembibitan dan Produksi Kementerian Pertanian RI, Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ambuang Kapur Buya Ali Basar Tuanku Sutan Sinaro, serta Kepala Perangkat Daerah terkait dari Pemprov. Sumbar dan Pemkab. Padang Pariaman.

banner 336x280

MoU tersebut ditandatangani Kakanwil kemenag Helmi dan Wagub, Audy di Padang Pariaman, Sabtu (27/11) dalam acara pembukaan penyambutan Kunker Wamentan RI di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapur.

Sehubungan dengan hal itu, sedikitnya ada empat harapan yang diungkapkan Helmi. Pertama, kemandirian pesantren merupakan salah satu kebijakan prioritas Menteri Agama. Untuk itu Helmi meminta semua pesantren agar melaksanakan program pemberdayaan masyarakat.

Kedua, pimpinan Pesantren agar pintar menggali potensi yang ada di masyarakat untuk program kemandirian Pesantren, dengan tidak tercabut dari akar budaya dan kearifan lokal yang ada.

Ketiga, pemda Provinsi bersama Dinas terkait agar menindaklanjuti MoU untuk dapat bersama-sama membangun kemandirian pesantren dan pemberdayaan masyarakat.

Terakhir, Helmi mengimbau agar Kakankemenag untuk selanjutnya menindaklanjuti MoU ini dengan Bupati/ Walikota setempat.

Helmi memandang, empat harapan ini juga bentuk upaya Kemenag dalam memperkuat jati diri pondok pesantren dalam pembangunan kemandirian ekonomi di pesantren.

Oleh karena itu, mantan Kakankemenag Kabupaten Solok ini menginginkan pesantren ke depan kian memiliki posisi strategis sebagai basis ekonomi umat.

Sementara itu, Wamentan Harvick Hasnul Qolbi yang asli orang Minang berasal dari Batusangkar itu mengatakan, jumlah petani di Indonesia bertambah sebanyak tiga juta orang selama pandemi COVID-19, sebagian besar dari mereka adalah pekerja yang terkena PHK.

“Kita mencoba melihat dari sisi positifnya. Tambahan tiga juta petani ini, bisa memperkuat sektor pertanian kita. Apalagi mereka rata-rata melek teknologi, sehingga mudah menerima pengetahuan baru tentang pertanian,” kata Harvick.

Salah satu dampak positif dari bertambahnya petani tersebut, disamping banyaknya program pertanian yang digelontorkan Pemerintah adalah, mereka mampu memberikan sumbangan 16,28 persen pada APBN tahun 2020.

“Tentu ini berkat dukungan dari semua pihak yang ikut berkontribusi terhadap pertanian di Indonesia,” ucapnya.

Harvick Hasnul Qolbi mengapresiasi aspirasi membangun dari daerah, terkait pertanian. Seperti menggiatkan pesantren menjadi usaha pertanian sebagai penggerak ekonomi.

“Pintu kantor Saya selalu terbuka, untuk usulan dan aspirasi yang membangun seperti ini. Apalagi, Presiden juga serius dalam membangun Indonesia yang berdaulat pangan,” ujarnya.

Salah satu yang menjadi perhatian kita adalah tanaman porang. Untuk komoditas ini, akan disiapkan hilirisasi, karena produk turunannya sangat banyak. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir meskipun produksi melimpah. (risepu)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.