banner 728x250

Mendukung Satu Data Indonesia, Diskominfo 50 Kota Bersama BPS Adakan Workshop Penyusunan Metadata

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar.com– – Workshop Penyusunan Metadata dalam Mendukung Satu Data Indonesia diselenggarakan oleh Dinas Kominfo Lima Puluh Kota Bersama BPS Lima Puluh Kota sebagai tindak lanjut atas terbitnya PP Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia di Aula Dinas Kominfo Lima Puluh Kota, Kamis, (18/11/2021)

Dihadiri oleh beberapa OPD produsen data di Lima Puluh Kota, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemebrdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Perhubungan, Badan Keuangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

banner 336x280

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kominfo Fery Chofa, SH, LL.M menyampaikan bahwa satu Data Indonesia adalah kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagipakaikan antar Instansi Pusat dan Instansi Daerah melalui pemenuhan Standar Data, Metadata, Interoperabilitas Data, dan menggunakan Kode Referensi dan Data Induk.

“Fokus dari workshop ini adalah untuk menyiapkan metadata dari data baku yang nantinya disusun oleh produsen data. Metadata sendiri adalah informasi dalam bentuk struktur dan format yang baku untuk menggambarkan Data, menjelaskan Data, serta memudahkan pencarian, penggunaan, dan pengelolaan informasi Data.”, jelas Fery Chofa.

Meta data dapat meliputi : Mikro data : Definisi (konsep yang jelas, ukkuran, satuan), cakupan pelaksanaan (cakupan wilayah, periode waktu), sumber daya yang digunakan (biaya, tenaga kerja), klasifikasi yang digunakan, metodologi, penjaminan kualitas. Data exchange : Deskripsi tentang file yang memuat data (dimana data disimpan), kamus data (deskripsi indikator dan variabel) , desain sampel, catatan kondisi di lapangan (non sampling error).

Metadata akan menjadi penting sebagai dokumentasi yang disediakan oleh setiap produsen data sebagai penanggung jawab data yang nantinya akan digunakan oleh pengguna data.(npb/btr)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *