banner 728x250

Disdik Lima Puluh Kota Laksanakan Penguatan Komite Pembelajaran Pertama Program Sekolah Penggerak

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar.com—-Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mensukseskan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim meluncurkan program sekolah penggerak ini pada 1 Februari 2021. Program ini didesain sebagai katalis perbaikan mutu pendidikan di Indonesia.

Program ini berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul. Sekolah penggerak berperan sebagai katalis dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia kedepannya. Bisa menjadi panutan, tempat pelatihan, dan juga inspirasi bagi guru-guru dan kepala sekolah lainnya. Program ini juga akan mempercepat sekolah untuk 1-2 tahap lebih maju dalam 3 tahun ajaran.

banner 336x280

Sekolah Penggerak ini nantinya bisa menjadi panutan, tempat pelatihan, dan juga inspirasi bagi guru-guru dan kepala sekolah lainnya.

Dalam Sekolah Penggerak, guru memberikan pelajaran tidak hanya satu arah, melaikan berbagai aktivitas yang menyenangkan yang memuat kompetensi-kompetensi bernalar kritis, kolaborasi, dan kreatif. Sekolah Penggerak dapat terlihat dengan ciri-ciri guru dan siswa nya banyak tanya, banyak coba dan banyak karya.

Ada lima faktor yang saling berkaitan untuk terciptanya program sekolah penggerak ini, yaitunya pendampingan konsultatif dan asimetris antara Kemendikbud dan Pemerintah Daerah, yang kedua penguatan sumber daya manusia yang berada di sekolah, selanjutnya pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter, keempat perencanaan berbasis data, dan yang terakhir adalah digitalisasi sekolah dengan menggunakan berbagai platform digital

Bertempat di aula pertemuan SMP N 1 Kecamatan Payakumbuh, Bupati lima Puluh Kota, Safari Dt.Bandaro Rajo memberi arahan sekaligus membuka acara penguatan komite pembelajaran pertama program sekolah penggerak tahun 2021 pada Sabtu (30/10/2021).

Didampingi Kepala Dinas pendidikan kabupaten Lima Puluh Kota, Indrawati. Bupati Safaruddin memberikan arahan kepada para peserta yang berada di ruangan agar memiliki rasa tanggung jawab dan amanah untuk meningkatkan kompetensi dan mutu pembelajaran di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dengan program penguatan ini para peserta menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan di kabupaten Lima Puluh Kota

Bupati yang akrab disapa Datuak Safar juga mengingatkan kepada 81 peserta dari TK, SD, SMP, dan SMA bahwa, “Tugas guru tidak hanya memberikan pendidikan saja tetapi juga harus punya perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pendidikan. Kita harus memacu pertumbuhan indeks pembangunan sumber daya masyarakat”.

“Pada saat ini Lima Puluh Kota berada di urutan 13 dari 19 Kota/Kabupaten di Provinsi Sumatera Barat dalam Hal pembagunan Sumber Daya Masyarakat. Hal ini tentu saja tidak menggembirakan buat kita semua, terutama saya Sebagai Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota. Untuk memacu pertumbuhan tersebut, pendidikan merupakan upaya meningkatkan Indeks pembangunan sumber daya masyarakat. Sesuai dengan visi yang saya kemukakan bersama Rizki Kurniawan Nakasri bahwa ingin mewujudkan Lima Puluh Kota yang Madani, beradat dan berbudaya dalam kerangka adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah. Bidang Pendidikan merupakan salah satu titik fokus saya dalam membangun Lima Puluh Kota”, Tutup Safaruddin.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala P4-TK dan PLB Kementrian Pendidikan yang diwakili oleh Widia prada P4-TK dan PLB, Drs.Yaya Kurnia, M.Pd, Kacabdin Wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat,  Indra Saputra, M.Kom dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Hj. Indrawati beserta tamu undangan lainnya.

Yaya Kurnia dalam sambutannya menyampaikan Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.

“Program sekolah penggerak berupaya mendorong satuan pendidikan melakukan transformasi diri untuk meningkatkan mutu
pembelajaran di sekolah, kemudian melakukan pengimbasan ke sekolah lain untuk melakukan peningkatan mutu serupa”, tutup Yaya Kurnia.

Pelaksanaan kegiatan penguatan komite pembelajaran pertama sekolah penggerak akan dilaksanakan selama 8 jam pelajaran dengan pemateri Doni Aizuz Idris(Al-Fakhri Foundation), Jontar Nababan(Cabdin Wilayah IV Disdik Prov.Sumbar), Media Syorfyanti(Cabdin Wilayah V Disdik Prov.Sumbar), dan Yenof Patrione Haspermi(Disdukcapil Kabupaten Dharmasraya).(npb/btr)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *