banner 728x250

Peringatan Hari Santri Nasional, Sekda Padang Pariaman Ajak Santri Untuk Divaksin

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Rudy Repenaldi Rilis, SSTP, MM. pimpin Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2021 di Komplek Pondok Pesantren Modern Subulussalam Nagari Lubuak Pandan, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung pada Jumat (22/10).

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Rudy Repenaldi Rilis menyampaikan amanat dari Menteri Agama Republik Indonesia, yang menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa tentang kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan lndonesia. Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik yang terjadi tanggal 10 November 1945 yang  diperingati sebagai Hari Pahlawan.

banner 336x280

Sejak ditetapkan pada tahun 2015, setiap tahun kita rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda.

“Untuk peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini mengangkat tema Santri Siaga Jiwa Raga. Maksud tema Santri Siaga Jiwa Raga adalah bentuk pernyataan sikap santri lndonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan lndonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

Siaga Jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran lslam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa lndonesia. Bila zaman dahulu jiwa santri selalu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan lndonesia, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan lndonesia,”ungkapnya.

Ia juga menambahkan tema Santri Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting dan relevan di Covid-19 seperti sekarang ini, dimana kaum santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan diantaranya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan doa.

“Hal ini juga perlu diperhatikan oleh masyarakat lndonesia pada umumnya agar tetap menyiagakan jiwa serta raganya demi kepentingan bangsa lndonesia, terutama dalam rangka bersama-sama untuk bangkit dari dampak pandemi COVID-19.

Kita patut mengapresiasi pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi COVID-19.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi Covid-19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya. Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan dan sikap kehati-hatian yang selama ini diajarkan oleh para pimpinan pesantren (kiai/nyai) kepada santri-santrinya. Tidak lupa pula bahwa keteladanan mereka berkontribusi untuk mendorong para santri bersedia ikut vaksin yang saat ini sedang diprogramkan oleh Pemerintah,”lanjutnya.

Katanya, kita patut bersyukur karena dua tahun lalu menjelang peringatan Hari Santri 2019, kaum santri mendapatkan kado istimewa berupa pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Undang-Undang tentang Pesantren ini berfungsi sebagai rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Sedangkan Peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini, kalangan pesantren  kembali mendapatkan kado indah dari Presiden Joko Widodo berupa Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Peraturan Presiden ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren.

Setelah menyampaikan sambutan Menteri Agama RI, Sekda menyampaikan pesan dari Bupati dan wakil bupati tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman.

“Tingkat Vaksinasi di Padang Pariaman sangat rendah, bahkan berada pada posisi kedua terbawah di Sumatera Barat, untuk itu saya mengharapkan dan mengajak seluruh masyarakat Padang Pariaman untuk ikut divaksin termasuk kalangan pelajar di Pondok Pesantren, dimana kita harus segera divaksin karena vaksinasi bukan hanya urusan dinas kesehatan saja namun menjadi tanggungjawab kita bersama. Mari para santri untuk divaksinasi, karena vaksin adalah ibadah sebagai bentuk ikhtiar untuk menyelamatkan diri dari Covid-19″ujar Rudy.

Sekda menambahkan prosentase Pemberian vaksinasi di Kabupaten Padang Pariaman baru mencapai 16,6 persen dari total jumlah masyarakat yang akan divaksin. Sekarang Padang Pariaman berada pada level 3, oleh karenanya masih sangat diperlukan dukungan dari seluruh pihak agar terus mensosialisasikan untuk bervaksin karena ini menyangkut kemaslahatan bersama, tutupnya. (r/02)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *