banner 728x250

Zainul Akbar Rais Syuriah NU Bukittinggi, Edy Mulyono Ketua Tanfidziyah

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar.com – Sempat mengalami kevakuman Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama  (PCNU) Kota Bukittinggi, akhirnya Zainul Akbar terpilih menjabat Rais Syuriah PCNU Kota Bukittinggi dan Edy Mulyono sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bukittinggi masa khidmat 2021-2026. Keduanya terpilih pada Konferensi Cabang NU Kota BUkittinggi yang berlangsung, Ahad (17/10/2021) malam di salah satu hotel di Bukittinggi.

Ketua Caretaker PCNU Kota Bukitinggi Suleman Tanjung dalam laporannya menyebutkan, Konferensi Cabang NU Kota Bukitinggi sudah mengalami tiga kali penundaan pada masa pandemic Covid-19. Sehingga Pengurus Besar NU memutuskan tidak memperpanjang pengurus PCNU Kota BUkittinggi yang sudah habis masa khidmatnya masih belum melaksanakan Konferensi Cabang.

banner 336x280

“Sehingga dibentuklah kepengurusan caretaker untuk melaksanakan Konferensi Cabang untuk membentuk kepengurusan PCNU Kota Bukittinggi yang definitif. Saat ini ada enam pengurus cabang yang dicaretaker di Sumatera Barat, yakni Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Kepulauan Mentawai,” kata Suleman Tanjung.

Dikatakan Suleman Tanjung, NU yang berpahamkan ahlussunnah wal jamaah an-nahdiyah adalah organisasi yang selalu menjaga bangsa dan pemerintah Republik Indonesia. Terpilihnya PCNU yang baru diharapkan selalu berkhidmat untuk menata NU di Bukittinggi. Selalu aktif memberikan saran dan kontribusi terhadap Pemerintah Bukittinggi serta melakukan pengkaderan sebanyak-banyaknya.
Wakil Ketua PWNU Sumbar Azwandi Rahman yang membuka Konferensi Cabang NU Kota Bukittinggi menyebutkan, meskipun NU lahir tahun 1926, namun NU baru berkiprah di Sumatera Barat tahun 1953. Karena di Sumatera Barat sudah ada organisasi Islam Persatuan Tarbiyah (Perti) yang memiliki pemahaman keagamaan yang sama dengan NU. Kehadiran NU di Kota Bukittinggi saat itu pun juga dimotori oleh beberapa tokoh Perti.

“NU dan organisasi Islam besar lainnya di Indonesia saat itu memiliki peran penting dalam kemerdekaan RI. Sebagai penetralisir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, NU tidak pernah mencoba melawan Pemerintah RI,” tutur Azwandi.

“NU akan tetap konsisten sebagai stabilisator dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama. NU memandang bentuk NKRI sudah final karena para ulama juga memiliki andil dalam mendirikan negara ini,” kata Azwandi menambahkan.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bukittinggi terpilih Edy Mulyono mengatakan, dengan dukungan dan kebersamaan pengurus dan warga NU di Bukittinggi insya Allah harapan dari PWNU Sumbar bias diwujudkan. “Kami siap menerima amanah dari PWNU Sumbar ini untuk melakukan sinergi dengan Pemerintah Daerah Bukittingi dan melakukan yang terbaik. Selain untuk membesarkan NU di Kota Bukitttinggi ini,” tutur Edy Mulyono. (02)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *