banner 728x250

Berhasil Atasi Sanitasi, Bukittinggi Raih STBM Award 2021

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar.com – Dinilai sukses dalam mengatasi masalah sanitasi, Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menerima penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Tahun 2021.Bahkan, penghargaan untuk Walikota Bukittinggi itu, merupakan satu-satu Kepala Daerah di Sumbar yang menerima STBM Award tersebut.
Prestasi yang disampaikan secara virtual di Bukittinggi Command Center (BCC), dalam Hari Cuci Tangan pakai sabun sedunia, melalui zoom meeting, Jumat (15/10) itu, Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, bersyukur atas penghargaan yang diterima Kota Bukittinggi tahun 2021 ini.
“Alhamdulillah, setelah melalui proses penilaian pada tanggal 24 September 2021, Kota Bukittinggi dapat meraih penghargaan STBM award 2021 dengan empat kategori. Bahkan Bukittinggi menjadi satu satunya daerah di Sumatra Barat yang meraih STBM award 2021 ini. Kita sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mewujudkan STBM ini, ”kata Erman Safar.
Terkait STBM Award 2021 itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Erwin Umar, menjelaskan, penghargaan STBM Award tahun 2021 ini, berhasil diraih Kota Bukittinggi, dalam empat kategori. Pertama, penghargaan STBM award tahun 2021 kepada Wali Kota percepatan stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tahun 2021, diraih Wali Kota Bukittinggi Erman Safar. 
Kedua, penghargaan untuk sanitarian terbaik percepatan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) 2021, diraih oleh sanitarian puskesmas Tigo Baleh. Ketiga, Lurah terbaik percepatan STBM 2021, diraih Reka Syahrul, Lurah Belakang Balok. Keempat kategori natural leader terbaik percepatan STBM 2021, diraih oleh Djasman, Ketua LPM Kelurahan Belakang Balok.
“Bukittinggi juga masuk dalam kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil melakukan Percepatan ODF kategori demand creation, dengan indikator, strategi pasca pemicuan untuk mendorong percepatan ODF dan 5 pilar STBM. Promosi dan kampanye perubahan perilaku melalui media (media massa, media sosial, media tradisional dan lainnya), adanya lembaga koordinasi yang mengarusutamakan sektor sanitasi. 
Mengembangkan mekanisme penghargaan terhadap masyasakat atau Institusi. Perbandingan akses sanitasi layak dan aman dengan akses belum layak dan sharing (pilar 1). Implementasi STDM keberlanjutan (5 pilar) Pemantauan dan Evaluasi program STBM (yang dilakukan oleh POKJA Sanitasi) serta keterlibatan warga dalam demand creation,” jelasnya.
Untuk Kota Bukittinggi, Pemko telah mengeluarkan komitmen dalam menciptakan sanitasi yang layak dan aman pada tahun 2022, yang ditandatangani pada tanggal 5 Mei 2021. Hal ini menjadi komitmen bersama dengan seluruh lurah, agar sanitasi aman dan layak tahun 2022 dapat dicapai.
Lima pilar STBM itu, stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum/makan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. Sedangkan lima kata kunci STBM, sanitasi total, berbasis masyarakat, skala rumah tangga, metode pemicuan dan monitoring partisipatif. (rul)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *