banner 728x250

Pengawas Benih Kabupaten 50 Kota: Banyak Benih Lokal Yang Unggul Hilang Dari Peredaran

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar.com – Selama ini banyak benih lokal yang unggul hilang dari peredaran. Ini karena tidak disertifikasi. Ke depan,  petani yang ingin berusaha atau mengembangkan benih,  agar dari awal menginformasikan kepada pengawas benih.

Demikian diungkapkan Pengawas Benih Kabupaten  50 Kota Efi Natalia pada kegiatan Sekolah Lapangan Usaha Tani Padi, Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) di Nagari Sitanang Kecamatan Lareh Sago Halaban, Jum’at (8/10/2021).

banner 336x280

Dikatakan Efi Natalia, syarat untuk menjadi penangkar benih tidak sulit. Ada tiga kunci untuk jadi penangkar.

Pertama, kata Efi Natalia, sunguh – sunguh. Sebagai petani penangkar,  harus rela membuang sebagian padi yang tumbub yang tidak dibutuhkan sebagai benih. Kedua,  jujur. Disinj tanggung jawab kualitas benih sepenuhnya menjadi tanggungjawab produkses/penangkar. Ketiga, sabar.  Beda dengan petani produksi gabah. Penangkat benih harus sabar untuk belum bisa menikmati hasil sesaat setelah panen. Setelah panen,  masih banyak tahapan yg harus dilalaui sehingga diterbitkan sertifikat benih.

“Syarat lain lebih bersifat administratif yaknj sudah memiliki sertifikat rekomendasi dan berpengalaman minimal dua musim tanam. Jika belum punya sertifikasi rekomendasi,  petani bisa bekerja sama dengan penangkar yang sudah memiliki sertifikat,” kata Efi.

Dikatakan, jika petani berminat dan telah memutuskan untuk jadi penangkar benih maka segera mengajukan permohonan atau informasi ke petugas pengawas benih Kab. Lima Puluh Kota.

Dalam proses penangkatan benih,  petani akan dibimbing oleh pengawas benih,  mulai dari mememilih asal benih sampai benih yang diproduksi disertifikasi dan diberi label.

Jadi dalam kegiatan produksi benih ini, seluruh tindakan atau perlakuan petani,  harus diinformasikan ke Pengawas Benih. Dan,  perlakuan yang akan diterapkan petani harus sesuai rekomendasi penagawas benih.

Jika semua tahapan proses telah dilalui dan benih dinyatakan lulus sertifikasi,  pada saat diedarkan,  label benih harus dipasang.

Bila tidak, maka benih yang diedarkan tesebut sama halnya dengan benih tanpa sertifikat.

Pada saat masa edar telah kadaluarsa,  benih bisa dijadikan konsumsi. Sebab,  benih padi tidak ada perlakuan kimiawi.

Di Kabupaten Lima Puluh Kota ada 5 penangkar,  tapi yang aktif hanya 2 kelompok yakni Kelompok Cempaka di Kec. Akabiluru dan Balibu di Kecamatan Luak.

Saat ini,  kebutuhan benih berlabel di Kab. Lima Puluh Kota masih sangat kurang.

Untuk kegiatan IPDMIP di Kab Lima Puluh Kota tahun 20210 kebutuhan benih 25 ton. Untuk mencukupinya terpaksa didatangkan dari luar kurang lebih 7  ton.

Dalam dikusi peserta SL meyampaikan soal kesukaan dan kebiasaan masyarakat lebih dominan memikih pada Pandan Wangi atau lebuh dikenal PW. Ini karena permintaan tinggi,  harga lebih mahan dan rasanya lebih enak.

Namun ada kendala dalam soal usaha tani,  apalagi jika petani mengikuti ajuran pemerintah yang mengharuskan menggunakan benih berlabel.

Evi, mengakui,  saat ini padi Pandan Wangi belum di rilis pemerintah. Jadi masih termasuk padi lokal. Benih berlabel adalah benih yang sudah dirilis sebagai benih sebar.

Dalam permasalahan ini ada peluang bagi masyarakat Lareh Sago Halaban untuk mengajukan permurnian padi PW.

Ternyata,  peluang pelestarian padi lokal ini sumber benih dari Kecamatan Lareh Sago Halaban, tidak hanya Pandan Wangi,  juga ada padi baru yang asalnya dari Batu Balang,  yaitu padi Ambon. Citra rasa berasnya mirip dgn varietas Junjuang.  Tampilan gabah kecil, mirip varietas Banang Pulau. Hasilnya tinggi, papar peserta SL.

Melihat peluang ini, Purdayanti,  Koordinator BPP Kecamatan Lareh Sago Halan,  merasa tertantang.  Tanpa pikir panjang,  Daya sapaan akrab ibu Kordinator ini langsung mengidentifikasi lahan petani yang akan panen dalam minggu ini. Dan,  direncanakan akan lekukan ubinan saat panen. Hal ini guna mendapatkan gambaran potensi produksi dan produktifitasnya. Nantinya sebagai bahan untuk mendukung,  pengajuan usulan penangkaran benih.

Pada akhir diskusi, Evi Natalia sebagai pengawas benih,  menyampaikan bahwa pihaknya siap mendampingi dan memberikan bantuan teknis kepada petani yang ingin dan mau melakukan usaha penangkaran benih.

Sekolah Lapangan Usaha Tani Padi ini dalam rangka pelaksanaan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program atau IPDMIP di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kegiatan ini dipandu oleh Yanti Yulianti selaku PPL Nagari Sitanang dan Purdayanti selaku Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Lareh Sago Halaban. SL ini dimulai akhir Agustus berlangsung hingga awal Desember 2021, yang bertempat di Jorong Coran Nagari Sitanang. (Sesvil)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *