banner 728x250

Disparpora Bukittinggi Gelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar – Guna meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi terhadap pengelola Desa Wisata, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bukittinggi, memberikan pelatihan bagi pengelolaan Desa Wisata.

Kegiatan yang memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparpora Kota Bukittinggi, tersebut berlangsung mulai tanggal 28 hingga 30 September 2021 di Grand Hotel Rocky Kota Bukittinggi, juga dihadiri Sekertaris Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Taufik Ramadhan.

banner 336x280

Sasarannya yang ingin dicapai dari pelatihan ini, menurut Kepala Disparpora Kota Bukittinggi, Supadria, adalah agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan dasar kepariwisataan, pentingnya Sapta Pesona dalam mewujudkan desa Sadar Wisata, pengembangan kelembagaan pengelola Desa Wisata.

“Pengembangan dan pengelolaan produk wisata, itulah yang kita jual.
Kita tidak ingin di Kota Bukittinggi ini menjual yang orang punya, tapi adalah menjual yang nilai-nilai kearifan lokal yang kita punya. Apa yang ada dalam pariwisata itu kita desain secara baik. Kualitas kita tingkatkan, atraksi-atraksi wisata yang berorientasi masyarakat punya,”kata Supadria.

Kearifan lokal itu, katanya, di dalamnya ada kuliner, kesenian, olahraga, adat budaya, itu semuanya dimunculkan dari Kelurahan yang terdapat desa wisata, bukannya diadaptosi dari luar. “Jadi, yang kita jual itu adalah yang kita punya, Desa Wisata salah satu bentuk kelembagaan untuk penguatan masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan,” ujarnya.

Supadria juga menyatakan rasa bersyukur atas terpilihnya Manggih Gantiang, termasuk 100 besar Desa Wisata yang pengelolanya cukup baik tingkat Nasional. “Alhamdulillah, Manggih Gantiang Bukittinggi, masuk 100 besar Nasional,” sebut Supadria.

Dikatakan, arah kebijakan pembangunan kepariwisataan Bukittinggi, adalah pembangunan pariwisata yang berbasis masyarakat. “Karena berbasis masyarakat, kita senantiasa melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka penguatan kelembagaan dan SDM masyarakat,
salahsatunya kita melaksanakan pelatihan. Karena pada pelatihan ini, langkah-langkah strategis tentang itu dibahas,” jalasnya.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Ekonomi Kreatif Disparpora Bukittinggi, H.Tasman, dalam laporannya, mengatakan, dasar pelaksanaan pelatihan adalah Permen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Nomor 3 tahun 2021 tentang petunjuk teknis penggunaan dana alokasi non fisik dan dana kepariwisataan.

Selain itu, DPA Disparpora Kota Bukittinggi tahun 2021 kegiatan pelaksanaan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata dan ekonomi kreatif tingkat dasar sub kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan kemitraan pariwisata.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi pengelola desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Sasarannya agar peserta mengetahui dan memahami pengetahuan dasar kepariwisataan, pentingnya sapta pesona dalam mewujudkan desa dasar wisata, pengembangan kelembagaan pengelola desa wisata, pengembangan dan pengelolaan produk wisata.

Adapun metode pelatihan 50 persen penyampaian materi, 20 persen diskusi dan kerja kelompok, 30 persen kunjungan lapangan ke kampung Sarugo di Kabupaten Limapuluh Kota, peserta yang mengikutinya terdiri dari Kelurahan Kayu Kubu, Bukik Apit Puhun, Manggih Gantiang, Pulai Anak Aia, dan Pakan Labuah, masing-masing 8 orang per Kelurahan.

Narasumber yang memberikan materi berasal dari unsur SKPD terkait, praktisi dan akademisi, pungkas Tasman.  (rul)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *