banner 728x250

Dahsyatnya Apresiasi Yang Allah Janjikan Kepada Para Penyeru Agama

  • Share
banner 468x60

Oleh:  Prof.Dr.H.Asasriwarni MH (Guru Besar UIN IB Padang/ Ketua Dewan Pertngan MUI Prof.Sumatera Barat)

Sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat berikut ini :

banner 336x280

لِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ ۖ فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِي الْأَمْرِ ۚ وَادْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدًى مُسْتَقِيمٍ

“Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari’at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari’at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus.” (QS. Al Hajj Ayat :67).

Yang dimaksud dengan jalan yang lurus  dalam ayat ini, menurut  Tafsir Jalalain, adalah agama yang lurus, yakni ISLAM.

Lebih lanjut, Syaikh Nawawi Banten dalam Tafsir Munir, mengatakan, bahwa  ISLAM adalah agama para nabi, para sidiqin, para syuhada, dan orang-orang shaleh. Pada prinsipnya,  orang yang berdakwah adalah meneruskan kerja mereka untuk mengajarkan akidah, ibadah, dan akhlak. Maka tidaklah mengheran apabila   balasan bagi  mereka adalah berada pada agama yang lurus.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam sebuah  ayat berikut ini : 

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah : Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf Ayat : 108).

Lagi-lagi balasan bagi orang yang menyeru kepada agana Allah adalah :  secara otomatis terhindar dari kemusyrikan. Secara kontekstual, ayat tersebut di atas,  membuktikan bahwa menyeru kepada Islam adalah  menjadi tugas bersama.

Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT berikut ini :

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran Ayat : 104).

Berkaitan dengan ayat tersebut,  Syaikh Nawawi Banten mengatakan, bahwa : Orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang diberi keistimewaan. Dalam Tafsir Munir, beliau  mengutip sabda Rasululkah SAW tentang balasan orang yang meyeru kepada Agama Allah  adalah  Dia menjadi khalifah Allah di bumi, khalifah rasul-Nya, dan khalifah kitab-Nya. Khalifah adalah pengganti Allah SWT, rasul dan kitab-Nya di bumi.  Lebih tegas lagi, di dalam Alquran  disebutkan bahwa :  orang beruntung adalah yang memberi nasihat. Sebagaimana firnan Allah SWT dalam sebuah ayat berikut ini :

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati untuk kesabaran.” (QS. Al-Ashr Ayat : 2-3)

Secara sosio-historis, para Rasul berdakwah tak kenal lelah. Terurai indah dalam Alquran, sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat berikut ini :

قَالَ رَبِّ اِنِّىۡ دَعَوۡتُ قَوۡمِىۡ لَيۡلًا وَّنَهَارًا

“Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam.” (QS. Nuh Ayat : 5)

Kendati begitu Nabi Nuh A.S  tidak berhasil mengajak kaumnya, bahkan mereka malah kabur meninggalkan kebenaran. Tak heran kalau suatu waktu Rasulullah SAW memotivasi Ali bin Abi Thalib dalam berdakwah dengan bersabda sbb :

فَوَاللَّهِ لأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

“Demi Allah, sesungguhnya Allah memberikan hidayah kepada seseorang dengan menyeru (dakwah) mu, maka itu lebih baik bagimu dari unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Unta merah pada masa  itu adalah merupakan unta yang berbadan tinggi dan besar serta berharga sangat mahal.

Tidak hanya itu, orang yang menyeru kepada agama Alkah (berdakwah) juga akan didoakan oleh para penghuni langit dan bumi. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits berikut ini : 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

“Sesungguhnya Allah , malaikat dan para penghuni langit dan bumi, sampai seekor semut dan ikan di laut pun mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)

Untuk itu, sudah saatnya lah kita sekarang merenungi. Tentang perjuangan dan kerja keras  orang-orang sebelum kita yang telah sukses memperkenalkan Allah SWT, Muhammad SAW, dan Al Qur’an, sehingga pada hari ini kita dapaat ikut merasakan nikmatnya hidup dalam Islam.

Namun,  pertanyaannya sekarang  adalah proyek dakwah apakah yang saat sekarang sedang kita garap untuk membimbing generasi melenia kita dalam menghadapi tantangan  yang multi demensional ini ?

Semoga kita senantiasa mendapatkan : hidayah, kekuatan, keberanian dan keikhlasan untuk selalu menyeru kepada yang ma’ruf yakni agana Allah SWT, aamiin YRAa.***

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *