banner 728x250

Wako Pariaman : Kader KB adalah Motor Penggerak Utama Pencapaian Bangga Kencana

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar.com — Kader  Keluarga Berencana (KB) adalah motor penggerak utama dalam mempercepat pencapaian Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga Berencana) yang telah didengungkan oleh BKKBN menuju bonus demografi yang puncaknya pada tahun 2035.

Hal tersebut disampaikan Walikota Pariaman Genius Umar saat membuka Pertemuan Koordinasi dan Pembinaan Kader KB se-Kecamatan Pariaman Tengah dan Pariaman Utara Kota Pariaman Tahun 2021, Selasa (28/9) di Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman.

banner 336x280

Genius menyebutkan bahwa Program KB adalah upaya kita untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk, ketika penduduk terlalu banyak misal saja dalam satu keluarga tapi pendapatan tidak meningkat itu akan menyebabkan kualitas keluarga tersebut akan menurun.

“Ketahanan keluarga itu sangat penting didukung oleh KB, kalau setiap warga merencanakan keturunannya itu akan mampu mendukung ketahanan keluarganya ,” ujarnya.

Lebih lanjut, Genius mengatakan, di lingkungan masyarakat secara umum keberadaan kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), Sub PPKBD, telah dirasakan memberi nilai lebih dalam membantu mempromosikan Program KB dan KS ditengah masyarakat dan lingkungan tempat tinggalnya.

“PPKBD ini harus kompak dilapangan, cek rumah-rumah penduduk satu persatu dan ajak mereka untuk program KB, ajak ketahanan keluarga mereka bagaimana peran orangtua ibu dan anak. Sampaikan juga bahwa semua anak-anak kita harus sekolah karena Pemerintah Kota Pariaman menggratiskan sekolah sejak dari SD, SMP, SMA/SMK (wajib belajar 12 tahun) hingga Perguruan Tinggi melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) ,” ungkap Genius dihadapan para kader KB tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit mengatakan, Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, menambah wawasan dan sharing informasi sebagai kontrol dan tindaklanjut dari pelaksanaan kegiatan KB dan KS dalam meningkatkan Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga Berencana) di Kota Pariaman.

“Sasaran Program KB KS ini ialah seluruh Pasangan Usia Subur dan Wanita Usia Subur berumur 20 sampai 45 tahun, sedangkan puncak kesuburan adalah pada rentang usia 25 sampai 29 tahun ,” ujar wanita yang kerap disapa Yet tersebut.

Dikarenakan kondisi Covid-19, lanjut Gusniyetti, maka kita hanya mengundang kader 90 orang dari jumlah keseluruhan kader se Kota Pariaman sebanyak 432 orang. Peserta pada pertemuan ini adalah PKB, Kepala Puskesmas dan PKK Kecamatan, Perwakilan Kepala Desa/Lurah dan Tokoh Masyarakat, PKB/PLKB, Kader PPKBD/Sub PPKBD Pariaman Utara dan Pariaman Tengah, Perwakilin Kader BKB, BKR, BKL, UPPKA. (Erwin/02)

Wako Pariaman : Kurikulum BSM Penting Bagi Siswa Pariaman

Sitinjausumbar.com — Kurikulum Bahasa dan Sastra Minangkabau (BSM) sangatlah penting bagi anak didik SD, SMP/MTS sederajat di Kota Pariaman, karena dalam keluarga kadang orangtuanya tidak mengerti lagi dengan kebudayaan Minangkabau sehingga anaknya pun tidak mengenal adat dan budayanya sendiri.

Hal tersebut disampaikan Walikota Pariaman  Genius Umar saat meninjau penyusunan buku bahan ajar mata pelajaran muatan lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau (BSM) oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman bersama Guru Penulis Pariaman Timur (Gulis Partim) di Aula Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman, Selasa (28/9).

Genius yang hadir dengan Wakil Walikota Mardison Mahyuddin ini mengatakan bahwa Kota Pariaman sangat serius dalam melestarikan budaya Minangkabau di zaman serba canggih ini, buktinya Pemko Pariaman telah bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas Padang dan UNP untuk menyusun kurikulum mulok BSM sebagai mapel muatan lokal di Kota Pariaman.

“Untuk wilayah Sumbar, hanya Kota Pariaman satu-satunya daerah yang menetapkan BSM ini sebagai kurikulum muatan lokal, hal ini telah tertuang dalam Peraturan Walikota Pariaman Tahun 2020 tentang Penerapan Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Minang sebagai muatan lokal wajib bagi SD dan SMP/MTS sederajat di Kota Pariaman ,” ujar Genius.

Pemerintah Kota Pariaman bersama LKAAM juga berusaha mengajarkan adat dan budaya Minangkabau kepada anak kemenakan kita. Di tingkat pendidikan formal kita tidak tinggal diam, Dinas Pendidikan untuk mengajarkan kurikulum ini ke sekolah-sekolah sehingga nanti diteruskan oleh guru untuk diajarkan ke muridnya di kelas.

“Kurikulum ini sangat penting, sehingga adaik indak lakang dek paneh dan indak lapuak dek hujan ,” tegasnya. (mckp/02)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *