banner 728x250

Padang Pariaman Giat Sosialisasikan Pengentasan Stunting

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar.com – Dalam rangka mensosialisakan pengentasan stunting di Kabupaten Padang Pariaman, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan mengadakan talkshow dengan tema cegah stunting ditengah masyarakat dan dunia pendidikan sejak dini, pada Selasa (21/09) di Media Center Padang Pariaman.

Narasumber dalam talkshow ini yakninya Kepala Dinas Kesehatan Drs.Yutiardi Rivai,Apt dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs.Anwar,M.Si.

banner 336x280

Dalam paparannya Kepala Dinas Kesehatan mengatakan pencegahan stunting merupakan tanggungjawab bersama yang harus saling berkoordinasi dan bekerjasama demi terwujudnya Kabupaten Padang Pariaman berjaya.

“Stunting merupakan kondisi anak dimana tumbuh kembangnya berbeda dengan usianya hal ini dipengaruhi oleh gizi mikro yang belum terpenuhi. Beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya stunting diantaranya jamban yang tidak sehat, rokok, asupan gizi keluarga yang kurang,” terangnya.

Ia juga menambahkan terdapat 2 intervensi pencegahan stunting diantaranya intervensi spesifik meliputi tablet tambah darah, posyandu, dan pemanfaatkan buku KIA, yang kedua intervensi sensitif meliputi dukungan dari OPD terkait sehingga pengentasan stunting dapat mencapai 70 persen jika dilakukan dengan cara kolaborasi.

“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman termasuk kedalam lokus stunting dari 5 Kabupaten se Sumatra Barat oleh karenanya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah melakukan aksi secara bersama sebagai upaya dalam pencegahan stunting diantaranya Bapelitbangda telah melakukan analisasi dan pemetaan aksi, persiapan rencana yang akan dikerjakan dan OPD mana saja yang diikut sertakan, rembug stunting, pembuatan regulasi pencegahan stunting, pembinaan kader pembangunn masyarakat dari DPMD dengan konsep rumah sehat di tingkat nagari, sistim manajemen data dan publikasi stunting,” terangnya.

Sejak tahun 2018 hingga 2021 Di Padang Pariaman angka stunting bergerak menurun, dan merupakan perkembangan yang sangat positif bagi kita semua, Padang Pariaman memiliki 14 nagari lokus stunting dimana nagari lokus stunting ajukan review kegiatan dan akan dinilai secara nasional, ini merupakan keseriusan Pemerintah Padang Pariaman untuk meningkatkan gizi masyarakat.

“Dinkes melakukan upaya untuk 1000 HKP dipesankan kepada ibu hamil, meningkatkan dan mencek kesehatan 4 kali selama masa kehamilan agar dapat memantau melakui buku KIA tentang perkembangan janin dan kesehatan ibu, apabila ada tenaga kesehatan memberikan informasi kelas ibu hamil dimana ini menjadi tanggungjawab ibu hamil untuk diri sendiri dan bayi, memberikan tablet penambah darah, dan apa saja yg tidak boleh dilakukan selama hamil. Usia 0-2 tahun merupakan umur untuk dipantau untuk tumbuh kembang, saat yang penting dengan memberikan asupan gizi termasuk pendukung tumbuh kembang untuk selanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam paparannya mengatakan program Disdikebud dalam upaya pencegahan stunting dalam rangka mewujudkan visi Kabupaten Padang Pariaman Berjaya telah melahirkan beberapa program diantaranya telah mengukuhkan bunda paud kecamatan dan nagari se Kabupaten Padang Pariaman semoga bunda PAUD dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan pengelolaan PAUD dimana juga untuk peningkatan gizi anak usia dini.

“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga telah mengeluarkan Peraturan Bupati untuk pencegahan stunting diantaranya Perbup nomor 33 tahun 2021 tentang standar pelayanan minimal mengenyam PAUD satu tahun pra SD. Ini juga betujuan agar orang tua paham bahawa anak usia 4 tahun hingga 6 tahun sebelum SD mendapat ilmu di bangku pendidikan PAUD juga Perbup 34 tahun 2021 tentang paud Holistik Integratif (HI) hal ini juga untuk pencegahan stunting, peningkatan ilmu gizi, kesehatan,hubungan sosial anak bagaimana mereka belajar serta dukungan dari seluruh masyarakat sehingga upaya pengentasan stunting untuk kedepan.

“Dalam rangka meningkatkan pemahaman orang tua, dinas pendidikan juga menggelar kegiatan parenting pada pendidikan, kesehatan, dan karakter anak. Serta penyuluhan mendidik anak yang baik, soleh, dan pengenalan sosial lingkungan, peningkatan gizi, sosial keluarga dan akidah sehingga orang tua paham mendidik anak, disiplin dan kerja sama yang baik juga sebagai pelaksanaan pendataan kesehatan anak di paud terkait perkembangan gizi dan mental, pembelajaran terkait stunting,” ungkapnya.

“Bunda PAUD Padang Pariaman juga sangat berkomitmen dalam mensosialisasikan Perbup tersebut, termasuk dalam pembinaan bunda PAUD terkait peningkatan kesehatan dan gizi anak-anak. Kami juga meminta agar kecamatan diminta menganggarkan untuk kegiatan bunda paud ini,” tutupnya.

Disisi lain, PLT. Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Riki Zakaria, SH., MH menyampaikan bahwa talkshow dengan tema pencegahan stunting merupakan salah satu keseriusan Pemerintah Daerah dalam usaha penurunan angka Stunting di Kabupaten Padang Pariaman.

“Kedepan kita akan menginformasikan kepada masyarakat dengan mengadakan talkshow dengan tema yang sama mengundang dinas terkait lainnya. Penyebarluasan informasi talkshow tersebut dilakukan melalui Live Youtube dan Live Instagram akun Humas Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman,” tutupnya. (r/02)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *