banner 728x250

Kadiskes Padang Pariaman: Penting Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Dalam Penurunan Stunting

  • Share
banner 468x60

Sitinjasumbar.com – Dinas Kesehatan Padang Pariaman bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat fasilitasi kegiatan dukungan komitmen dan penjelasan tahapan pendampingan dalam penyusunan starkom dan komunikasi antar pribadi serta persamaan persepsi strategi komunikasi perubahan perilaku dalam percepatan penurunan stunting, di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (17/9).

Acara dibuka  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Drs. H. Yutiardy Rivai, Apt, dihadiri  Direktorat Promkes Kemenkes RI melalui Virtual, Dekan FKM Unand, Direktur Pusat Global Masyarakat Universitas Andalas Padang  beserta Kepala Bapelitbangda dan tim, Kepala DPPKB, Disdikbud, DinsosP3A, Kominfo, Kemenag, Humas, Hukum dan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Padang.

banner 336x280

Menurut Yutiardy, percepatan pencegahan stunting memerlukan intervensi terpadu, yang mencakup intervensi spesifik dan sensitive, secara simultan dan berkelanjutan. Penyelenggaraan intervensi terpadu yang melibatkan lintas sektor dan menyasar kelompok prioritas merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi dan tumbuh kembang anak, serta pencegahan stunting.

Upaya pencegahan Stunting salah satunya dilakukan dengan strategi komunikasi perubahan perilaku. Komunikasi perubahan perilaku ditujukan untuk masalah (komunikasi) yang penting tapi tidak urgent (membutuhkan proses dan waktu untuk perubahan). Penurunan Stunting merupakan masalah jangka panjang. Karena itu, perubahan perilaku-perilaku kunci harus bersifat berkelanjutan dan menetap. Perlu waktu untuk mengubah perilaku masyarakat, kata Yutiardy.

Tujuan komunikasi perubahan perilaku pencegahan stunting bukan sekedar pengayaan pemikiran, kognitif dan konseptual. kita fokus melakukan komunikasi agar: Sasaran Minum TTD selama kehamilan, Melakukan IMD dan memberikan ASI Saja, Makan makanan bergizi seimbang, Cuci Tangan Pakai Sabun, BAB di WC/ Jamban aman. Kita harus lebih bijak dalam memilih informasi apa yang akan kita berikan, sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang mereka hadapi.

Dikatakan Yutiardy, hal yang tidak kalah penting dalam upaya pencegahan stunting adalah pola asuh. Pola asuh adalah cara terbaik yang ditempuh untuk melakukan pembimbingan atau pendidikan. Pada pola asuh gizi maka pembimbingannya atau pendidikannya adalah tentang upaya pemenuhan gizi. Kesalahan pola asuh akan berakibat pada kurang terpenuhinya gizi sehingga pertumbuhan dan perkembangan tidak optimal.

“Pola asuh gizi, pengetahuan, sikap dan perilaku makan dapat mempengaruhi pemenuhan gizi dari makanan yang dikonsumsi. Persepsi terhadap hubungan makanan dan kesehatan, Bagaimana makanan yang kita konsumsi bisa membuat kita sehat atau malah menjadikan kita sakit jika porsi dan pemilihan jenisnya tidak tepat. Adanya norma agama dan kebudayaan membuat kita memilih makanan tertentu untuk boleh dimakan dan tidak boleh dimakan. Respon orang tua pada anak, kapan anak lapar, makanan apa yang diinginkan anak, berapa porsi yang harus diberikan, jenis pangan apa yang harus dipilih, bagaimana jika anak menolak makan, dan sebagainya,” kata Yutiardy menambahkan.

Strategi komunikasi perubahan perilaku dalam percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Padang Pariaman disusun berdasarkan identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh sasaran 1.000 HPK. Masalah tersebut dianalisa penyebabnya, kemudian dirumuskan informasi apa yang akan diberikan, siapa sasarannya, saluran media apa yang digunakan untuk menyampaikan pesan, katanya.

Strategi komunikasi perubahan perilaku dirasa penting untuk menjadi alternatif percepatan penurunan Stunting. Penyampaian informasi atau pesan yang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi, serta pemilihan media dan metode yang tepat sesuai sasaran, diharapkan dapat mempercepat penanganan dan penurunan Stunting.

Setelah pemaparan dari Dekan dan Direktur Pusat kesehatan Global Masyarakat FKM Unand, dilanjutkan dengan sesi Diskusi terkait Peran OPD terkait dan rencana tindak lanjut dari kegiatan Ini yaitu dilakukannya pendampingan pada Nagari lokus stunting.

Melalui upaya bersama ini kita sukseskan Aksi Konvergensi Stunting di Kabupaten Padang Pariaman untuk wujudkan Padang Pariaman Berjaya. (fera/02)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *