banner 728x250

Pendapatan APBD 2021 Menurun, Pemko Bukittinggi Menerima Banyak Kritikan

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumber – Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengatakan, selama proses legislasi yang dilaksanakan bersama, Pemerintah Kota Bukittinggi menerima banyak kritikan yang konstruktif dan juga saran-saran dalam rangka membangun kota Bukittinggi yang lebih baik di masa mendatang.

“Pemerintah Kota Bukittinggi, dengan segala daya dan upaya telah melaksanakan APBD 2021, di dalam pelaksanaannya tentu masih terdapat kendala-kendala yang dihadapi,” kata Erman Safar, pada Sidang Paripurna di DPRD Bukittinggi, Selasa (14/9).

banner 336x280

Hal itu dikemukakan Erman Safar, dalam rangka Hantaran Nota Keuangan dan Ranperda Kota Bukittinggi tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bukittinggi Tahun Anggaran 2021.

Sidang Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan, itu Erman Safar, menyebutkan, secara umum, kendala dalam pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021 adalah perbedaan asumsi yang ada dengan kondisi di lapangan, serta adanya peraruran baru yang menyebabkan tidak dapatnya dilaksanakan beberapa program atau kegiatan.

Disamping itu, katanya, kita masih menemukan alokasi anggaran belanja yang direncanakan oleh masing-masing SKPD kurang terstruktur, sehingga alokasi dana yang sudah tertampung pada APBD tidak dapat silaksanakan sebagaimana mestinya, bahkan program dan kegiatan yang direncanakan tidak terlaksana sama sekali.

Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya peningkatan kinerja pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seharusnya, SKPD konsisten dalam menyusun perencanaan yang mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah Perubahan (RKPDP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar visi dan misi Pemerintah Daerah dapat terujud sebagaimana yang diharapkan

Disebutkan, tahun 2021 merupakan periode pertama bagi kepemimpinan Erman Safar-Marfendi, untuk mewujudkan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bukittinggi, tahun 2021- 2026.

Dalam rangka mewujudkan rencana bersimensi waktu jabgka menengah tersebut, setiap tahun perlu dituangkan dalam Anggarqn Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Secara umum, dari sisi pendapatan. Pendapatan daerah masih tergantung pada dana perimbangan atau dana transfer pusat. Berdasarkan pada asumsi-asumsi dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi Pendapatan Daerah Kota Bukittinggi dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Angggaran 2021 diestimasikan sebesar Rp677.235.358.764.-

Apabila dibandingkan dengan rencana pendapatan pada APBD Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp732.132.840.767,- terjadi penurunan pada target perubahan APBD tahun anggaran 2021 sebesar Rp54.897.482.003,- (8,11) persen.

Pendapatan daerah tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp87.345.528.556,- (12,89) persen. Pendapatan transfer Rp575.087.330.208,- (84,92) persen. Dan lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Rp14.802.500.00,- (2,18) persen dari totak Pendapatan Daerah. (rul)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *