banner 728x250

Kenali Ciri-Ciri Berita Hoax, Selamatkan Diri Dari  Ancaman  Allah dan Rasulnya

  • Share
banner 468x60

Oleh: Prof.Dr.H.Asasriwarni (Guru Besar UIN IB/Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar)

Dalan Islam menyebar luaskan berita HOAX itu  sama dengan menyebar luaskan FITNAH, minimal GHIBAH.  Padahal fitnah dan ghibah adalah merupakan kategori perbuatan maksiat berdosa besar yang ancamannya sungguh sangat mengerikan, yakni  dilempar ke neraka. Oleh karena itu, marilah kita berikhtiar semaksimal mungkin agar supaya kita terhindar dari perbuatan tersebut. Salah satu ikhtiar yang paling relevan adalah mengetahui ancaman Allah & Rasulnya serta mengenali ciri-ciri berita yang termasuk kategori hoax, sehingga pada gilirannya nanti kita akan dapat menghindarnya.

banner 336x280

I. Ancaman bagi pengghibah    

A.  Dari Allah SWT  

Mengghibah merupakan dosa besar seperti makan bangkai saudaranya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka buruk (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka buruk itu dosa. Dan janganlah sebagian kalian mencari-cari keburukan orang dan menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudanya yang sudah mati ? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”  (QS. Al-Hujurat Ayat : 12).

B. Dari Rasulullah SAW :

1. Dosa mengghibah lebih berat daripada dosa berzina  

الْغِيبَةُ أَشَدُّ مِنَ الزِّنَا . قِيلَ: وَكَيْفَ؟ قَالَ: الرَّجُلُ يَزْنِي ثُمَّ يَتُوبُ، فَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِ، وَإِنَّ صَاحِبَ الْغِيبَةِ لَا يُغْفَرُ لَهُ حَتَّى يَغْفِرَ لَهُ صَاحِبُهُ

“Ghibah itu lebih berat dari zina. Seorang sahabat bertanya :  Bagaimana bisa ? Rasulullah SAW menjelaskan : Seorang laki-laki yang berzina lalu bertobat, maka Allah bisa langsung menerima tobatnya. Namun pelaku ghibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh orang yang dighibahnya.” (HR At-Thabrani).

2. Orang yang mengghibah adalah orang fasik  

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Mencela (menggibah) orang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran.” (HR. Ibnu Majah)

II. Ancaman  bagi pemfitnah  

A. Dari  Allah SWT :

1. Orang-orang yang suka memfitnah akan diahzab di dunia dan di akhirat :

اِنَّ الَّذِيۡنَ يُحِبُّوۡنَ اَنۡ تَشِيۡعَ الۡفَاحِشَةُ فِى الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَهُمۡ عَذَابٌ اَلِيۡمٌۙ فِى الدُّنۡيَا وَالۡاٰخِرَةِ‌ؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ وَاَنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nur Ayat :19)

2. Orang yang suka memfitnah tempatnya di neraka jahanam :

فَمَنۡ اَظۡلَمُ مِمَّنۡ كَذَبَ عَلَى اللّٰهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدۡقِ اِذۡ جَآءَهٗ‌ ؕ اَ لَيۡسَ فِىۡ جَهَنَّمَ مَثۡـوًى لِّـلۡـكٰفِرِيۡنَ

“Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang membuat-buat kebohongan terhadap Allah dan mendustakan kebenaran yang datang kepadanya ? Bukankah di neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir ?” (QS  Az-Zumar Ayat : 32).

3. Allah memerintahkan untuk mengusir  atau membunuh orang-orang yang suka memfitnah :

وَاقۡتُلُوۡهُمۡ حَيۡثُ ثَقِفۡتُمُوۡهُمۡ وَاَخۡرِجُوۡهُمۡ مِّنۡ حَيۡثُ اَخۡرَجُوۡكُمۡ‌ وَالۡفِتۡنَةُ اَشَدُّ مِنَ الۡقَتۡلِۚ وَلَا تُقٰتِلُوۡهُمۡ عِنۡدَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ حَتّٰى يُقٰتِلُوۡكُمۡ فِيۡهِ‌ۚ فَاِنۡ قٰتَلُوۡكُمۡ فَاقۡتُلُوۡهُمۡؕ كَذٰلِكَ جَزَآءُ الۡكٰفِرِيۡنَ‏

“Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidil haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir.” (QS. Al-Baqarah Ayat 191).

4. Allah memerintahkan untuk selalu memerangi orang-orang yang suka memfitnah : 

وَقٰتِلُوۡهُمۡ حَتّٰى لَا تَكُوۡنَ فِتۡنَةٌ وَّيَكُوۡنَ الدِّيۡنُ لِلّٰهِ‌ؕ فَاِنِ انتَهَوۡا فَلَا عُدۡوَانَ اِلَّا عَلَى الظّٰلِمِيۡنَ

“Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zhalim.” (QS. Al-Baqarah ayat 193).

B.  Dari  Rasulullah SAW :

Orang yang suka memfitnah diancam dengan kebangkrutan dan dilempar ke neraka :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ، فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّار

“Dari Abu Hurairah R.A. berkata, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Tahukah kalian siapakah orang yang muflis (bangrut) itu ? Para sahabat menjawab : Orang yang muflis (bangkrut) diantara kami adalah orang yang tidak punya dirham dan tidak punya harta. Rasulullah SAW bersabda : Orang yang muflis (bangkrut) dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) melaksanakan shalat, menjalankan puasa dan menunaikan zakat, namun ia juga datang (membawa dosa) dengan mencela si ini, menuduh si ini (memfitnah), memakan harta ini dan menumpahkan darah si ini serta memukul si ini. Maka akan diberinya orang-orang tersebut dari kebaikan- kebaikannya. Dan jika kebaikannya telah habis sebelum ia menunaikan kewajibannya, diambillah keburukan dosa-dosa mereka, lalu dicampakkan padanya dan ia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR :  Muslim No. 2581).

III. Mengenali ciri-ciri berita hoax  

Menyebar luaskan berita hoax  sama dengan menyebar luaskan ghibah, bahkan bisa-bisa menjadi fitnah. Sementara,  ghibah dan fitnah adalah sebuah perbuatan maksiat  berdosa besar yang ancamannya sangat mengerikan dan baru bisa diampuni oleh Allah SWT  apabila sang penyebar tadi telah bertaubat secara   nasuha. Untuk itu, marilah mulai sekarang kita buang jauh-jauh kebiasaan menyebar luaskan  hoax,  dengan cara terlebih dahulu  mengenali ciri-cirinya yakni :

A. Cenderung menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan.

B. Sumbernya tidak jelas dan tidak ada yang bisa dimintai tanggung jawab atau klarifikasi.

C. Pesan sepihak, menyerang, dan tidak netral atau berat sebelah.

D. Mencatut nama tokoh berpengaruh atau pakai nama mirip media terkenal.

E. Memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama, suara rakyat.

F. Judul dan pengantarnya provokatif dan tidak cocok dengan isinya.

G. Memberi penjulukan.

H. Minta supaya di-share atau diviralkan.

I. Menggunakan argumen dan data yang sangat teknis supaya terlihat ilmiah dan dipercaya.

J. Artikel yang ditulis biasanya menyembunyikan fakta dan data serta memelintir pernyataan narasumbernya.

K. Berita ini biasanya ditulis oleh media abal-abal, di mana alamat media dan penanggung jawab tidak jelas.

L. Manipulasi foto dan keterangannya. Foto-foto yang digunakan biasanya sudah lama dan berasal dari kejadian di tempat lain dan keterangannya juga dimanipulasi.

Itulah kira-kira ciri umum berita hoax. Semoga dapat kita jadikan sebagai bahan pertimbangan, agar kita tidak terjerumus ke dalam kubangan dosa  besar yang mengerikan, yakni hoax.  

Dizaman Khalifah Abu Bakar ada seseorang yang suka membuat hoax maka digelari Musailamah Alkadzab  nama ditasghirkan dari Musailam menjadi Musailamah pembohong besar. ***

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *