banner 728x250

Memaafkan Adalah Manifestasi Kesabaran, Sikap Mulia Seorang Muslim

  • Share
banner 468x60

Oleh: Prof.Dr.H.Asasriwarni (Guru Besar UIN IB/Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar)

Ada kalanya kita dihadapkan pada sebuah  kondisi yang membuat emosi terpancing. Gangguan ini  terkadang  datang  dari orang lain  yang dapat menyulut timbulnya amarah.

banner 336x280

Marah memang sesuatu yang sangat wajar terjadi,  ketika kita tengah mendapat gangguan ataupun sesuatu yang membuat marah itu muncul. Namun perlu di ingat bahwa di dalam Islam ketika kita didera oleh amarah maka tuntunan syariatnya adalah  menahan amarah.

A. Dalik Rujukan :

Allah SWT berfirman sebagai berikut: 

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran Ayat : 134).

Demikian pula  apabila seseorang itu sedang  marah dan  dia mampu menahannya maka sesungguhnya Dia lah yang dapat dikategorikan sebagai seorang yang kuat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini :

لَيْسَ الشَّدِيْدُ باِلصُّرْعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Orang yang kuat bukan yang banyak mengalahkan orang dengan kekuatannya. Orang yang kuat hanyalah yang mampu menahan dirinya di saat marah.  (HR. Al-Bukhari No. 6114).

Salah satu amalan yang sangat  mulia ketika seseorang dapat bersabar dari  gangguan adalah memberi maaf.  Sebagaimana Firman Allah SWT di bawah ini : 

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Asy-Syura Ayar : 40).

B. Beberapa keutamaan bagi orang yang suka memberi maaf, antara lain :

1. Menumbuhkan kecintaan dan menghilangkan permusuhan.

Hal ini sesuai Firman Allah SWT Sbb :

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang di antara mu dan di antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fussilat  Ayat : 34).

2. Mendapatkan Ampunan Dari Allah SWT :

Sebagaimana Firman Allah SWT berikut ini :

وَإِن تَعۡفُواْ وَتَصۡفَحُواْ وَتَغۡفِرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taghabun Ayat : 14).

3. Memperoleh kemuliaan dihadapan Allah SWT  dan di sisi manusia :

Hal tersebut nengacu pada sabda Rasulullah SAW dibawah ini : 

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ

Shadaqah hakikatnya tidaklah mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan, dan tiada seorang yang rendah hati (tawadhu’) karena Allah melainkan diangkat oleh Allah.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu  ‘Aanhu).

Semoga kita mendapat hidayah dari Allah SWT menjadi hamba Nya yang bersabar lagi pemaaf, aamiin YRAa.***

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *