banner 728x250

Sultani Wirman, Berjalan di “Gang Sempit” Sukses Antarkan Suksesi Pertama di Kota Pariaman

  • Share
banner 468x60

Oleh: Armaidi Tanjung (Wartawan dari Kota Pariaman)

Inna lillahi wa inna illaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Drs. H.Sultani Wirman (71 tahun), Sekretaris PMI Sumbar, Wk.Ketua Pengurus  Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah, Selasa 24 Agustus jam 23.30 WIB di RSUP M.Jamil. Rencana pemakaman Rabu 25 Agustus jam 07.00 WIB di TPU Bungus.  Demikian pesan hape android Penulis baca, Kamis (25/8/2021) yang dirilis Indra Sakti Nauli, Bid Hukum, Humas dan Hubungan Antar Lembaga YSO Adabiah. Indra Sakti Nauli sendiri senior Penulis di Harian Umum Pelita di era tahun 1989-1990-an.

banner 336x280

Ingatan Penulis langsung pada almarhum (Sultani Wirman) yang pernah Penulis temui di kediamannya beberapa tahun lalu terkait penulisan buku.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Walikota Administratif  Pariaman Drs. Adlis Legan juga sudah wafat. Kini, Sultani Wirman yang pernah juga menjabat Walikota Pariaman beberapa bulan saat terjadi pemilihan Walikota Pariaman pasca perubahan status Kota Pariaman dari kota administratif menjadi kota otonom tahun 2002.

Gubernur Sumatera Barat Zainal Bakar menunjuk Asisten III Bidang Kesejahteraan Sosial (Kessos) Kantor Gubernur Sumatera Barat Drs. Sultani Wirman sebagai pejabat Walikota Pariaman. Tugas utama yang diberikan kepada Sultani sebagai pejabat Walikota Pariaman adalah mengawal dan melaksanakan tugas Walikota Pariaman sampai terpilihnya walikota definitif yang dipilih oleh wakil rakyat di DPRD Pariaman.

Pelantikan Sultani Wirman di kantor Gubernur Sumatera Barat, di Padang,  sebagai Pejabat Walikota Pariaman  memang berbeda. Jabatan Walikota diterima tanpa serah terima dengan pejabat yang digantikan  Firdaus Amin, yang kini juga sudah wafat. Tentu saja dengan tanpa serah terima ada perasaan mengganjal di hati Sultani. ”Jangan-jangan dirinya bakal mendapat ”perlawanan” di kalangan pejabat dan staf di Kantor Walikota Pariaman,” pikir Sultani.

Esoknya usai dilantik, Sultani bertemu dengan Firdaus Amin di Kantor Balaikota Pariaman. Sesampai di ruang kerja Walikota Pariaman, Sultani diterima Firdaus Amin sembari mengajukan 2 surat.

”Sultani, saya siap menyerahkan jabatan ini. Namun saya harap dua permintaan saya bisa dikabulkan oleh Sultani,” kata Firdaus Amin.

”Apa itu,” tanya Sultani lagi.

”Pertama, mohon izinkan saya tetap menggunakan mobil dinas. Kedua, izinkan untuk maju dalam pemilihan Walikota Pariaman yang segera digelar oleh DPRD Kota Pariaman,” kata Firdaus Amin.

”Permintaan yang pertama, langsung saya setuju suratnya. Permintaan kedua, saya pelajari dululah,” kata Sultani.

Bagi Sultani, menyikapi permintaan kedua Firdaus Amin haruslah hati-hati. Alasannya, Is Primananda anak Gubernur Zainal Bakar yang menjadi atasan dan menugaskan Sultani menjabat Walikota Pariaman, bakal maju pula dalam pemilihan Walikota Pariaman pertama sejak terbentuknya DPRD Kota Pariaman pada tahun 2002.  Jika Sultani langsung memberikan izin Firdaus Amin maju dalam pemilihan Walikota Pariaman, ini berarti ”menyakiti” Gubernur Sumbar Zainal Bakar. Di sisi lain, Sultani juga tak ingin keinginan Firdaus Amin bertanding dalam pemilihan Walikota batal gara-gara dirinya tidak mengeluarkan surat izin.

Di hari terakhir pendaftaran bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Pariaman, Sultani tidak masuk kantor. Sultani memilih tugas keluar daerah, yakni ke Payakumbuh. Dengan tidak berada di tempat, ada alasan tidak mengeluarkan surat persetujuan permintaan Firdaus Amin.

Kesempatan tidak berada di kantor tersebut, dimanfaatkan Firdaus Amin meminta surat persetujuan melalui Sekretaris Kota Fadli. Beruntung, surat yang dikeluarkan tertulis mewakili Walikota Pariaman, bukan atas nama Walikota Pariaman. Jika atas nama Walikota Pariaman, maka itu bermakna atas perintah Sultani. Namun dengan kata mewakili, berarti surat itu keluar atas inisiatif dan tanggungjawab Fadli sebagai Sekretaris Kota. Sultani tidak memberikan sanksi ataupun teguran kepada Sekretaris Kota Fadli.

”Sultani, kok Firdaus Amin mendaftar juga ke DPRD Pariaman sebagai calon Walikota Pariaman. Siapa yang mengizinkan. Kamu ya?” tanya Gubernur Zainal Bakar saat mengetahui nama Firdaus Amin masuk bursa  DPRD Pariaman.

”Tidak, Pak. Saya tidak pernah mengizinkan. Saya tidak ditempat, lalu Sekretaris Kota katanya mewakili mengeluarkan surat izin. Jika bunyi suratnya atas nama saya (Walikota) saya bertanggungjawab. Namun jika suratnya mewakili sebagai Sekretaris Kota, maka tanggungjawab sepenuhnya pada Fadli. Begitu Pak,” kata Sultan menjelaskan.

”Kalau begitu, ya sudah,” tutur Zainal Bakar. Mendengar penjelasan Sultani, sebagai Gubernur tentu Zainal Bakar tak banyak tanya lagi.

Dalam pikiran Sultani, tugasnya sebagai pejabat Walikota Pariaman adalah bagaimana menciptakan stabilitas di lingkungan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman. Sultani enggan mengurus bidang lain seperti ekonomi, pendidikan, pembangunan, apalagi mengganti pejabat yang diusulkan oleh pihak tertentu. Urusan tersebut dibiarkan berjalan di masing-masing unit kerja tanpa dicercoki. Bahkan Sultani pernah menerima masukan agar mengganti Sekretaris Kota Fadli, karena dianggap orang dekatnya Firdaus Amin. Jika tidak diganti, dapat mengganggu kinerja Sultani sebagai pejabat Walikota Pariaman. Sultani tetap bersikukuh tidak mengganti siapa-siapa agar tetap tercipta stabilitas dan ketenangan PNS dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. Selama jabatanya, tidak mengherankan Sultani tidak mengeluarkan kebijakan yang terkait dengan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.

Saat pelantikan Walikota Pariaman terpilih Nasri Nazar di Hall Saiyo Sakato Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, Sultani diajak satu mobil dengan Gubernur Sumatera Barat Zainal Bakar.  Di atas mobil, Gubernur Zainal Bakar tidak bicara. Saling membisu. Biasanya sebelum ke lokasi pelantikan, ada jeda di rumah dinas Bupati Padangpariaman. Namun kali ini langsung menuju lokasi pelantikan. Zainal Bakar terlihat tak banyak bicara, seperti ada yang mengganjal pada Sultani. “Mungkin Gubernur menilai saya tak mampu mengawal kemenangan Primananda,” kata Sultani membatin.

Bagi Sultani, tugasnya sebagai pejabat Walikota Pariaman adalah mengawal proses pemilihan Walikota Pariaman definitif, bukan untuk memenangkan calon tertentu. Sultani tak ingin meninggalkan “luka”  akibat diperlakukan tidak sama dengan kandidat lain. Sultani sadar betul jabatannya hanya hitungan bulan. Dengan waktu relatif singkat tersebut, tentu tidak ingin meninggal-kan kesan tak baik.

“Memang berat menyikapi dan menghadapi pihak-pihak yang bertarung pada Pemilihan Walikota Pariaman pertama ini. Beberapa kandidat memiliki keterkaitan yang keinginannya harus diakomodir. Salah langkah dalam mengambil keputusan, bisa-bisa menyinggung calon lain,” kata Sultani.

Meski berjalan di “gang sempit”, toh Sultani berhasil mengantarkan proses suksesi pertama pemilihan kepala daerah (walikota dan wakil walikota) oleh DPRD Kota Pariaman berlangsung sukses dan aman. Suksesi kepala daerah Kota Pariaman ini merupakan yang pertama dan terakhir yang dipilih anggota DPRD Kota Pariaman. Karena selanjutnya pemilihan kepala daerah di seluruh Indonesia dipilih langsung oleh rakyat, termasuk Kota Pariaman.

Biodata Sultani

Nama Lengkap            : Drs.H. Sultani Wirman

Tempat/Tgl. lahir         : Pariaman, 15 Maret 1951

Alamat                        : Jl. Bandar Purus No. 35 Padang

Pangkat Terakhir         : Pembina Utama (IV/e)

Jabatan Terakhir          : Staf Ahli Gubernur Bidang

  Pemerintahan 

Keluarga :

Nama Isteri                 : Ema Sultani

Nama Anak-Anak       :  1.  Sukma Novera, S.Sos

2.  Sukma Ramaliliani, S.Si

3.  Hendra  Sukmana, SE     

Riwayat Pendidikan :

  1. SDN  tamat 1964
  2. SMP 
  3. SMA 
  4. Sarjana Muda Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Bukittinggi  1975
  5. Sarjana APDN Bukittinggi 1988 

Riwayat Pekerjaaan :

  1. Staf Ahli Gubernur  Sumatera Barat 22-10-2008 
  2. Asisten Kesos Gubernur  Sumatera Barat 27-8-2007
  3. Plt. Sekda Propinsi Sumatera Barat 08-10-2005 
  4. Asisten Pemerintahan Gubernur Sumatera Barat 13-5-2004
  5.  Pj. Walikota Pariaman 17-8-2003
  6. Asisten Kesos Gubernur  Sumatera Barat 7-8-2002
  7. Sekda Kabupaten Tanah Datar 17-10-1996
  8. Ketua Bappeda Pesisir Selatan 23-3-1993
  9. Kakan Bangdes Kabupaten Solok 14-3-1992
  10. Pembantu Bupati Solok Wilayah Selatan di Muaro Labuh 11-1-1990
  11. Camat Padang Timur Kota Padang 15-3-1988
  12. Camat Padang Utara Kota Padang 22-12-1984
  13. Camat Lubuk Kilangan 15-10-1983
  14. Kabag. Umum Kepegawaian Sumbar 14-12-1981
  15. Kasubag. Mutasi Pegawai Daerah 26-9-1980            

Pendidikan Struktural / penjenjangan:

  1. SPAMEN  Jakarta 1996
  2. SEPADYA Bukitinggi 1990
  3. Kursus Kepemimpinan Depdagri Bandung 1989***
banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *