banner 728x250

Hubbul Wathan Minal Iman (Mencintai Tanah Air, Sebagian Dari Iman)

  • Share
banner 468x60

Oleh: Prof.Dr.H.Asasriwarni (Guru Besar UIN IB/Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar)

A. Dalil rujukannya.  

banner 336x280

Hal tersebut sesuai dengan apa yang terkandung dalam sebuah hadits berikut ini :

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ نَاقَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا … وَفِي الْحَدِيثِ دَلَالَةٌ عَلَى فَضْلِ الْمَدِينَةِ وَعَلَى مَشْرُوعِيَّة حُبِّ الوَطَنِ والحَنِينِ إِلَيْهِ. (رواه البخاري وابن حبان والترمذي)

“Dari sahabat Anas, bahwa Nabi ﷺ ketika kembali dari bepergian, dan melihat dinding-dinding madinah beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka beliau menggerakkanya (untuk mempercepat) karena kecintaan beliau pada Madinah.”  (HR. Bukhari, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi)

B. Pelajaran yang terdapat dalam hadits di atas adalah :

1. Islam mengajarkan bahwa cinta kepada  tanah air adalah bagian dari iman.

Tanah air kita adalah Indonesia. Mencintai Indonesia adalah bagian dari iman. Oleh karena itu,  siapa saja yang mengkhianati Tanah Air Indonesia berarti telah kehilngan imannya, minimal  sebagian besar imannya telah musnah, Na’udzullah min ndalliq.

Atas dasar pertimbangan  tersebut maka,  Syekh Muhammad Ali dalam kitab ‘Dalilul Falihin’ hal. 37 mengatakan :

حُبّلوَطَنِ مِنَ الإِيْماَنِ

Cinta tanah air bagian dari iman

2. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa hukumnya adalah wajib.

Kiai Muhammad Said dalam kitab ‘Ad-Difa’ani Al Wathan min Ahammi al-Wajibati ala Kulli Wahidin Minna’   hal. 3  : menjelaskan bahwa umat Islam wajib menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad ﷺ, yaitu :  memupuk persaudaraan dan persatuan di kalangan Muhajirin, antara kalangan Muhajirin dan Ansor, serta mengakomodasi kepentingan umat Islam, umat Yahudi, dan orang-orang Musyrik.

3. Mencintai tanah air merupakan ajaran Rasulullah Muhammad ﷺ :

Rasulullah ﷺ mencintai Makkah dan Madinah karena dua tempat mulia tersebut merupakan tanah air beliau. Mencintai tanah air adalah bagian dari iman karena tanah air merupakan sarana primer untuk melaksanakan perintah agama. Tanpa tanah air, seseorang akan menjadi tunawisma. Tanpa tanah air, agama seseorang kurang sempurna, dan tanpa tanah air, seseorang akan menjadi terhina.

4. Rindu dan cinta tanah air adalah kodrat manusia.

Al-Hafidh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari’  juz 3, hal.705 menjelaskan bahwa : hadits tersebut di atas menunjukan keutamaan Madinah dan dianjurkannya mencintai tanah air serta merindukannya

5. Mencintai Indonesia bagi orang Indonesia  adalah perintah wajib agama.

Dalam konteks Indonesia, menjaga kemerdekaan RI, menjaga Pancasila, menjaga Bhineka Tunggal Ika, menjaga NKRI, dan menjaga UUD 1945 adalah perintah agama.

6.  Setiap orang Indonesia berkewajiban mengisi kemerdekaan dengan arif, ikhlas, dan sungguh-sungguh.

Bagaimana kita mengisi kemerdekaan RI tercinta ini? Syekh Muhammad Amin As-Syinqithi sebagaimana dikutip Muhammad Said dalam kitab  Al-Difa’ani Al Wathan min Ahammi Al Wajibati ala Kulli Wahidin Minna’ hal. 24-25 mengatakan bahwa : Al-Qur’an telah memposisikan umat Islam pada posisi yang merdeka, mulia, terhormat, maju, dan mandiri.  Ketika umat Islam dalam posisi terbelakang, miskin, atau dalam kondisi yang mundur, lebih disebabkan oleh kecerobohan umat Islam sendiri, yaitu meninggalkan kewajiban dalam mengelola kehidupan duniawi

7.  Apapun karyanya, mengisi kemerdekaan adalah sebuah keniscayaan :

Imam An-Nawawi menyatakan dalam pendahuluan kitab Al-Majmu’ : wajib bagi umat Islam untuk bekerja, mandiri, dan produktif dalam segala kebutuhan, walaupun hanya memproduksi sebuah jarum maupun garam.

8. Jadilah warga bangsa yang profesional.

Umat Islam tidak boleh tergantung pada umat lain. Sebab tolok ukur kekuatan umat Islam tergantung terhadap kemandiriannya dalam mencukupi kebutuhan. Untuk mengisi kemerdekaan dan mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, maju dan berdaulat, setiap warga memperjuangkan bangsa sesuai profesi masing-masing. Jika menjadi pejabat, jadilah pejabat yang baik, amanah, jujur, dan tidak korupsi. Jika menjadi pendidik, jadilah pendidik yang baik, produktif dalam karya ilmiah, jujur, dan mengabdi di masyarakat. Jika menjadi pelajar, jadilah pelajar yang rajin menuntut ilmu di bidang masing-masing, karena ilmumu kelak dibutuhkan oleh bangsa dan umat. Secara umum, jadilah warga Negara yang selalu berusaha berbuat baik dalam segala kondisi, tempat, dan berperilaku baik dengan akhlak yang mulia. Berusaha untuk berbudi pekerti luhur, menjaga moral, dan membangun kecintaan terhadap tanah air dengan jalan yang baik.

9. Terciptanya stabilitas nasional dalam segala hal adalah mutlak harus diwujudkan.

Mengapa  hubbul wathan minal iman ? Mengapa kita perlu mencintai tanah air Indonesia tercinta ini ? Karena hanya dengan kondisi bangsa dan negara yang aman dan stabil, umat Muslim bisa beribadah dengan nyaman, beramal dengan baik, dan dapat beristirahat dengan nyenyak. Coba bayangkan saudara2 kita yang selalu dilanda pertikaian dan  peperangan antar kubu yang tidak cinta kepada tanah airnya,  seperti di Suriah, Afghanistan, Irak, dan Libya, mereka tidak pernah nyaman dan enak seperti kita.  Atsar Khalifah Umar bin Khatab RA, sebagaimana dikutip Syekh Ismail Haki dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan’  juz 6 hal. 442 menyatakan :

ﻟَﻮْلَا ﺣُﺐُّ ﺍﻟْﻮَﻃَﻦِ ﻟَﺨَﺮُﺏَ ﺑَﻠَﺪُ ﺍﻟﺴُّﻮْﺀ ﻓَﺒِﺤُﺐِّ ﺍﻟْﺎَﻭْﻃَﺎﻥِ ﻋُﻤِﺮَﺕِ ﺍْﻟﺒُﻠْﺪَﺍﻥُ

Sayyidina Umar berkata : Seandainya tidak ada cinta tanah air, hancurlah negara yang terpuruk. Dengan cinta tanah air, negara akan berjaya.

10. Tercipranya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur adalah cita-cita yang harus kita wujudkan.

Dengan kecintaan terhadap tanah air, setiap orang memiliki keinginan untuk menjadikan tanah airnya maju, aman, dan damai. Dengan cinta tanah air, seseorang tidak menginginkan bangsanya hancur, terpecah belah, penuh konflik, dan saling bermusuhan. Di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-76 tahun ini, semoga Indonesia menjadi negara yang maju, aman, damai, sejahtera, dicintai rakyatnya, dan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negara yang baik dan diampuni oleh Allah SWT.), serta segera terbebas dari Pandemi Covid-19. Âmîn ya rabbal ‘alamin…

C. Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an adalah :

Ayat-ayat Al Qur’an yang menjadi landasan berpijak cinta tanah air adalah :

1. Al Qashash ayat 85 :

إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ ۞

“Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur’an benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali.”  (QS. Al-Qashash Ayat : 85)

2. An Nisa’ ayat 66 :

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِم أَنِ اقْتُلُوْا أَنْفُسَكم أَوِ أخرُجُوا مِن دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوْه إِلَّا قليلٌ منهم ۞

“Dan sesungguhnya jika seandainya Kami perintahkan kepada mereka (orang-orang munafik): Bunuhlah diri kamu atau keluarlah dari kampung halaman kamu ! Niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka.” (QS. An-Nisa’ Ayat : 66).

3. At Taubah ayat 122 :

Tafsir Syekh Muhammad Mahmud Al-Hijazi yaitu;

وَما كانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ ۞

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.”  (QS. At-Taubah Ayat : 122).

وَاللّٰهُ أَعلَمُ بِالصَّوَابِ…

Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh. Hanya Allah-lah yang memberi taufik dan hidayah.

Dirgahayu Republik Indobesia yang ke-76, semoga Allah SWT senantiasa membimbing, melindungi,  memberi  keikhlasan dan kekuatan kepada kita untuk membangun Indonesia menjadi maju dan bermartabat, aamiin YRA.***

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *