banner 728x250

Ibadah Itu Syaratnya Ikhlas dan Ada Ilmunya

  • Share
banner 468x60

Oleh: Prof. Dr. H. Asasriwarni (Guru Besar UIN IB/Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumbar)

Islam itu sangat sederhana. Ikuti yang ada tuntunannya dan abaikan yang tidak ada tuntunannya.

banner 336x280

 A. Dalil Rujukan :

Apabila berharap, apa yang kita dijalankan akan menjadi sebuah amal yang dapat dikategorikan sebagai  amal shaleh, maka pastikanlah bahwa amal tersebut dilandaskan pada dua  hal, yakni : ikhlas dan ada ilmunya (sesuai dengan  yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ).

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW berikut ini :

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni untuk–Nya dan untuk mencari wajah–Nya (ikhlas).” (HR. Nasai No. 3140. Lihat : Silsilah Ash-Shahihah No: 52  dan  Ahkamul  Jana’iz, hlm. 63).

Selanjutnya dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha mengatakan bahwa,  Rasulullah SAW   bersabda :

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak (tidak sesuai dengan yang dicontohkan  Rasulullah SAW).” (HR. Bukhari No. 20 dan Muslim No. 1718).

Sehebat apapun amal itu kalau ternyata tidak terbukti sesuai dan selaras dengan yang dicontohkan Rasulullah ﷺ,  maka berarti kita mendatangkan sesuatu yang baru (mengada-ada) dan itu disebut bid’ah. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ di bawah ini :

وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

“Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.” (HR. An Nasa’i No. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An Nasa’i)

B. Baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah SWT :

Allah SWT adalah maha tahu, mengetahui apa yang tampak dan yang tidak tampak serta mengetahui apa yang kita tidak ketahui. Oleh karena itu, apa yang menurut kita baik, belum tentu baik  menurut Nya. Hal tersebut  sesuai dengan firman Allah SWT  di bawah ini :

و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah Ayat : 216).

Atas dasar pertimbangan tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa :  apabila  tetap memaksakan yang baik menurutn kita untuk dilaksanakan tanpa memperhatikan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan  dicontohkan oleh Rasulullah  ﷺ, maka itu identik dengan  mengatakan kita tahu yang lebih baik daripada Allah SWT dan Rasul-Nya”.

Apakah kita mau  berkata seperti itu ?  Itu adalah sesuatu yang mustahil.

Untuk menghindari terjadinya hal seperti tersebut di atas,  maka  Allah ﷻ memerintahkan kepada kaum muslimin melalui firman Nya sebagai berikut :

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Apa yang datang dari Rasulullah, maka ambilah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al HasyrAyat : 7)

Atau setidaknya kita akan berkata bahwa ada sesuatu yang baik meskipun itu tidak dicontohkan oleh Rasulullah  ﷺ.  Apakah kita akan berkata bahwa “Rasulullah  ﷺ menyembunyikan sesuatu dan berkhianat atas sebahagian hukum islam” ?,  naudzubillah mibdzaliq

Sementara Allâh ﷻ berfirman sebagai berikut :

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.” (QS. Al-Mâidah Ayat : 67).

Sangat sederhana bukan? Islam itu dan mudah untuk dilaksanakan, tinggal copy-paste, apa yang  telah Rasulullah SAW contohkan, dan beres !!!

Semoga hidup kita semakin bermanfaat dan berkah, aamiin  YRA.***

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *