banner 728x250

Pansus Ranperda Pariwisata DPRD Rohil Kunjungi DPRD Bukittinggi

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar – Sebagai Kota Wisata, Bukittinggi diakui memiliki dayatarik yang kuat untuk dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Terkait itu pula bagi Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Provinsi Riau, untuk mempelajari guna terlahir regulasi yang sama nantinya di kabupaten itu.

Kabupaten Rokan Hilir, dengan Ibukotanya Bagansiapiapi, yang terkenal dengan penghasil ikan terbesar di Indonesia, juga memiliki beragam potensi kepariwisataan untuk dikembangkan dan dikelola secara profesional. Sehingga, selain mendatangkan income bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga berdampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

banner 336x280

Hal itu pula yang mendasari 10 orang wakil rakyat dari berbagai fraksi di DPRD Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, selama beberapa hari melaksanakan Kunjungan Kerja (KunKer) ke Kota Bukittinggi, seperti halnya ke DPRD Bukittinggi.

Dipilihnya Bukittinggi sebagai tujuan Kunker para anggota legislatif Rohil yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pariwisata tersebut, karena Kota Bukittinggi telah memiliki regulasi tentang Kepariwisataan.

Ketua Pansus Ranperda Pariwisata DPRD Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan, pihaknya bersama rombongan ingin mendapatkan ilmu dan informasi dari DPRD Kota Bukittinggi, yang telah melaksanakan tugasnya, hingga mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pariwisata.

Diakui, Kota Bukittinggi memiliki dayatarik yang kuat untuk dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Menurutnya, untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan program dan kebijakan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan sinergitas dan kolaborasi banyak pihak, apalagi di dunia pariwisata dikenal dengan pentahelix.

“Kalau kita lihat Bukittinggi, ini sudah Kota Wisata. Kami menilai ini bagaimana yang bagus, sebagaimana tadi telah disampaikan oleh bapak-bapak, ibu-ibu dari DPRD kota Bukittinggi. Jadi, menengok ini patut dicontoh. Dengan adanya Ranperda hingga menjadi perda dapat menambah PAD dari pariwisatanya,”ujarnya, Sabtu (31/7).

Anggota DPRD dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan Kabupaten Rokan Hilir, memiliki banyak potensi pariwisata untuk dikelola dan dikembangkan. Sejauh ini sudah ada 49 destinasi yang berpeluang untuk mendatangkan pundi uang bagi daerah dan masyarakat.

Kunjungan Kerja ke DPRD Kota Bukittinggi, ini memberikan arahan dan pencermatan terhadap langkah awal dan prioritas yang harus dipersiapkan untuk pengelolaan dan pengembangan sektor kepariwisataan, didasari tengah disusunnya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pariwisata Kabupaten Rokan Hilir.

Disebukan, tiga objek wisata yang menjadi andalan di Kabupaten Rokan Hilir ini adalah Pulau Jemur dengan keindahan pantainya dan kekhasannya, kemudian Danau Napangga, dan Sungai Tilan.

Dari tiga destinasi itu, memang  memberikan kesan dan pengalaman bagi pengunjung terhadap wisata air. Pansus Ranperda Pariwisata DPRD Kabupaten Rokan Hilir, optimis potensi daerah bergerak maju secara terencana, berangsur dan berkesinambungan.

“Ada Pulau Jemur, Danau Napangga dan Sungai Tilan. Kalau di Pulau Jemur, ada wisata pantainya. Tapi di Rokan Hilir sudah ada 49 destinasi yang patut dikembangkan, termasuk 3 objek wisata andalan itu.

Untuk memajukan sektor pariwisata itu, kata Zulkifli, bukan sebatas memperkenalkan objek dan mengharapkan kunjungan, namun perlu disikapi dengan peningkatan infrastrukturnya serupa akses transportasi, dan sarana pendukung lainnya.

“Jadi, pelaksanaannya bukan bertumpu pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pariwisata saja, melainkan berkolaborasi lintas dinas di lingkungan pemerintah. Kita ingin pembenahan, baik dengan infrastruktur, akses jalan ke objek wisata. Jadi, pariwisata itu bukan hanya dilakukan oleh dinas pariwisata, tetapi ada banyak dinas yang dapat bekerjasama, ”ujarnya

Zulkifli juga mengakui pandemic covid-19 masih ada hingga saat ini, musibah non alam  itu patut dimaknai dengan sikap bijak ketika melaksanakan aktivitas keseharian. Covid-19 jelas memberikan dampak bagi keberlangsungan sektor pariwisata, begitu juga di Kabupaten Rokan Hilir.

Penerapan aturan dan kebijakan dalam percepatan dan penanganan pandemic virus corona ikut berimbas pada pelaku usaha, pedagang yang berjual beli di kawasan destinasi wisata tidak memperoleh uang jika diberlakukan penutupan objek.

Hal itu jelas menggambarkan sektor kepariwisataan mampu mendatangkan multiplier effect, nilai yang menunjukkan sejauh mana pengeluaran wisatawan akan  menstimulasi pengeluaran lebih lanjut, sehingga pada akhirnya meningkatkan aktivitas ekonomi di tingkat lokal. (rul)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *