banner 728x250

Gubernur Sumbar Kukuhkan 18 TPAKD Kabupaten/Kota se-Sumbar

  • Share
banner 468x60

Sitinjausumbar.com — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi  resmi mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 18 Kabupaten/Kota se Sumatera Barat dan Lauching Kredit Melawan Rentenir. P emerintah Kota Pariaman   diwakili oleh Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin didampingi Kabag Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pariaman yang mengikuti secara virtual bertempat di ruang kerjanya, Senin (26/7/2021).

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, sebanyak 18 TPAKD di kabupaten/kota se Sumbar yang dikukuhkan, sebelumnya Kabupaten Pasaman Barat lebih dahulu dikukuhkan.

banner 336x280

Begitu banyaknya peluang dan dukungan perbankan dalam rangka meningkatkan pendapatan petani, peningkatan modal dan sebagainya.

Mahyeldi harapkan dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang akses keuangan ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan modal usaha dalam rangka meningkatkan ekomoni.

“Terbentuknya TPAKD ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait akses keuangan semakin meningkat serta dapat menjadi jembatan antara unsur pemerintah dengan pelaku OJK untuk melakukan pembiayaan perekonomian di daerah ,” ujarnya.

Selain mengukuhkan TPAKD, kita juga melaunching Kredit Melawan Rentenir atau Melawan Rentenir di Daerah Minang (Marandang).

“Kita sama-sama menyadari bahwa rentenir ini merugikan masyarakat. Dengan hadirnya pinjaman Marandang melalui bank nagari ini akan menguntungkan masyarakat ,” tukasnya.

Dengan peluncuran Marandang maka saat ini terdapat 39 TPAKD yang telah mengimplementasikan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR).

Mahyeldi juga tekankan pentingnya perhatian kepala daerah masing-masing kota/kabupaten untuk lebih intens melakukan pembinaan terhadap TPAKD didaerahnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Sagara dalam arahannya mengatakan, Sumbar menjadi salah satu dari 10 provinsi di Indonesia yang telah membentuk TPAKD.

“Seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan ditantang untuk bersinergi menyediakan layanan keuangan yang memiliki 3 karakteristik mudah dijangkau, akses mudah dan biaya murah ,” ujarnya.

“OJK akan terus melakukan terobosan dalam rangka memperluas akses keuangan di Indonesia ,” lanjutnya.

Tirta harapkan dengan adanya TPAKD ini mampu menjadi akselerasi dalam meningkatkan perekonomian di daerah masing-masing.

“Semoga kegiatan ini mampu mendorong perekonomian Sumatera Barat. Apalagi dalam situasi pandemi ini kita dituntut untuk membangkitkan kembali ekonomi yang sempat terpuruk ,” tukasnya.

Dikatakannya bahwa yang menjadi isu masyarakat selama ini khusus usaha mikro bukan masalah suku bunga, adalah ketersediaan akses pinjaman kepada lembaga formal.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi ajang percepatan pemulihan ekonomi Sumbar ke depannya ,” ulasnya mengakhiri. (Erwin/02)

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *