banner 728x250

Daya Dukung Sumber Daya Pendidikan Dalam Proses Pembelajaran Dimasa Pandemi

  • Share
banner 468x60

Oleh: Dian Puspita Sari, M.Pd (Dosen IAI Sumbar)

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan individu produktif yang bekerja sebagai penggerak organisasi, baik itu di dalam institusi maupun lembaga perusahaan yang memiliki fungsi sebagai asset sehingga harus dikembangkan kemampuannya dalam Pendidikan. Sesuai amanat UUD 1945 dalam upaya mencerdaskan bangsa, diperlukan sumber daya pendidik (guru/dosen) yang professional. Pada saat ini Indonesia memasuki era globalisasi dan pada masa ini berlaku berbagai ukuran dan aturan yang sifatnya internasional, sehingga dibutuhkan sumber daya yang berkualitas dan memiliki kompetensi untuk dapat bertahan dan maju secara berkesinambungan. hakikat sumber daya manusia setiap organisasi, lembaga, institusi atau perusahaan, khususnya pada lembaga pendidikan diperlukan adanya sumber daya manusia sebagai tenaga kerja. Sumber daya manusia adalah tenaga kerja yang menduduki suatu posisi atau orang-orang yang mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan pada suatu lembaga tertentu. Pembelajaran merupakan jantung dari proses pendidikan dalam suatu institusi pendidikan.

banner 336x280

Kualitas pembelajaran bersifat kompleks dan dinamis, atau sikap. Dalam pengertian ini guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media pembelajaran adalah sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Mengingat banyaknya macam media tersebut, maka guru harus dapat berusaha memilihnya dengan cermat agar dapat digunakan dengan tepat. Dalam kegiatan belajar mengajar, sering pula pemakaian kata media pembelajaran digantikan dengan istilah seperti bahan pembelajaran (instructional material), komunikasi pandang-dengar (audio-visual communication), alat peraga pandang (visual education), alat peraga dan media. Sarana dan prasarana sebagai bagian integral dari keseluruhan kegiatan pembelajaran disatuan pendidikan mempunyai fungsi dan peran dalam pencapaian kegiatan pembelajaran sesuai kurikulum satuan pendidikan. Menurut keputusan menteri P dan K No. 079/1975, sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu, bangunan dan perabot sekolah, alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan, alat-alat peraga dan laboratorium, media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil. Sarana pendidikan adalah segala macam peralatan yang digunakan guru untuk memudahkan penyampaian materi pelajaran. Jika dilihat dari sudut murid, sarana pendidikan adalah segala macam peralatan yang digunakan murid untuk memudahkan mempelajari mata pelajaran. Prasarana pendidikan adalah segala macam peralatan, kelengkapan, dan benda-benda yang digunakan guru (dan murid) untuk memudahkan penyelenggaran pendidikan.

Dalam kondisi dunia dan juga Indonesia sedang menghadapi pandemi virus corona (covid-19) ini mengharuskan dunia pendidikan bertransformasi untuk mengikuti perubahan karena sistem pembelajaran yang digunakan selama ini adalah bertatap muka dikelas menjadi sistem daring (dalam jaringan) dengan memanfaatkan teknologi internet. Sistem informasi sebagai suatu sistem yang merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu, mempunyai beberapa komponen yang saling terikat dan membentuk jalinan kerja yang kompak untuk mencapai sasaran. Pada masa pandemi seperti ini tentu saja pembelajaran seperti biasanya yang dilaksanakan dengan tatap muka oleh pendidik dengan peserta didik tidak dapat dilaksanakan, karena itu sangat membahayakan kesehatan dari masing-masing pihak. Oleh karena itu proses pembelajaran yang dapat dilaksanakan saat pandemi virus corona seperti ini hanya dengan pembelajaran daring atau online. Karena hanya proses pembelajaran seperti inilah jalan satu-satunya yang dapat dilaksanakan saat pandemi demi melancarkan dan agar tidak terhentinya proses pembelajaran para peserta didik. Walaupun begitu banyak sekali kendala yang ditemukan saat melaksanakan proses pembelajaran secara daring atau online ini.

Faktor pertama yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran daring (online) ialah tidak semua peserta didik yang bersekolah mempunyai handphone android, penggunaan kuota internet menjadi terlalu boros, jaringan tidak stabil, kurang cakap dalam menggunakan teknologi, dan banyak sekali peserta didik yang merasa bosan dengan proses pembelajaran daring, dan mereka akan dengan mudah melakukan kecurangan dalam proses pembelajaran.

Faktor kedua ialah lingkungan yang mungkin tidak mendukung adanya proses pembelajaran daring (online) ini, seperti halnya teman-teman sebayanya banyak yang putus sekolah, lingkungan sekitarnya terlalu ribut (bising) sehingga mengakibatkan peserta didik tidak fokus dengan pembelajaran yang diberikan, terlalu fokus bermain game, lebih memilih jalan-jalan dengan temannya, sehingga mengakibatkan ia tidak memiliki motivasi untuk mengikuti pembelajaran daring.

Faktor ketiga ialah keluarga, banyak sekali orang tua peserta didik yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat lagi memperhatikan anaknya, sebagian besar pula di desa tanjung sari orang tua peserta didik tidak mendukung dengan adanya pembelajaran daring seperti ini. Dapat dilihat dari penanganan orang tua yang kadang walaupun anaknya sedang sibuk mengerjakan tugas online mereka tetap saja menyuruh anaknya dalam hal lain, ada pula orang tua yang menganggap pembelajaran daring seperti ini tidak memiliki manfaat sedikitpun, dan menyalahkan guru jika anaknya tidak mengerti dengan pembelajaran. Selain itu ada pula anak-anak yang memanfaatkan proses pembelajaran secara daring (online) ini dengan meminta orang tuanya, kakaknya, dan keluarganya untuk mengerjakan semua tugasnya karena ia menganggap hal itu tidak akan diketahui oleh pendidik atau gurunya, ia tidak ingin pusing memikirkan tugas dan malas untuk mengerjakan tugasnya.

Faktor keempat ialah guru, kebanyakan guru saat ini terutama yang ada dikampung saya tepatnya di desa tanjung sari 80% tenaga pendidik (guru) disana kurang cakap dalam teknologi, media yang digunakan oleh tenaga pendidik juga sangat tidak memadai sehingga mereka hanya bisa menggunakan WhatsApp dan google classroom sebagai media penyampaian materi belajar kepada para peserta didik, itupun hanya memberikan soal atau tugas yang soal dan jawabannya telah ada di google. Guru yang membuat video sebagai media pembelajarannya sangat sedikit karena kebanyakan guru disana sudah berumur sehingga mereka kurang kreatif dalam membuat media pembelajaran seperti video ataupun slide power point (ppt). Mereka hanya memberikan materi yang dikirimkan melalui whatsapp dengan cara memoto bagian-bagian dari buku paket pembelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu. Selain itu di desa tanjung sari sangat minim sekali guru yang menggunakan google classroom sebagai media penyampaian materi, begitu pula dengan aplikasi-aplikasi lainnya seperti aplikasi google meet, zoom, dan ruang guru.

Solusi yang dapat dilakukan terhadap pembelajaran daring (online) di masa pandemi seperti ini ialah daya dukung sumber daya pendidikan yang harus memadai agar tercapainya suatu proses pembelajaran yang baik. Termasuk didalamnya daya dukung sumber daya manusia dari guru, orang tua dan keluarganya, sekolah juga harus memberikan fasilitas kuota internet gratis, buku paket, dan jaringan yang lancar. Selain itu dalam lingkungan masyarakat peserta didik juga harus mengerti dengan adanya pembelajaran secara daring tersebut hal yang sangat perlu diperbaiki didalam proses pembelajaran daring seperti ini ialah mengadakan inovasi dalam berlangsungnya suatu proses pembelajaran, terutama dari pendidik (guru) yang harus cakap dalam teknologi, materi yang diberikan harus dijelaskan sampai peserta didik merasa sudah paham, media pembelajaran yang digunakan harus menarik agar dapat menumbuhkan motivasi belajar pada peserta didik dan peserta didik tidak merasa bosan. ***

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *