banner 728x250

Psikologi: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi Insecure

  • Share
banner 468x60

Oleh: Lusi Tania Agustin (Dosen Prodi Psikologi Islam IAI Sumatera Barat)

Sesekali merasa cemas dan ketakutan merupakan hal yang sangat wajar, akan tetapi apakah kamu mengalami perasaan tersebut secara terus-menerus? Kondisi kesehatan mental kamu akan terganggu jika kamu terus-menerus merasa cemas dengan diri kamu atau lingkungan sekitar. Perasaan ini dapat menandakan bahwa kamu sedang mengakami insecure. Merasa insecure terhadap diri sendiri sepanjang waktu secara berlebihan dapat mempengaruhi setiap aspek kehidupan, mulai dari keehatan fisik, emosional, hingga pekeerjaanmu. 

banner 336x280

Menurut AbrahamMaslow, insecure adalah suatu keadaan dimana seseorang yang merasa tidak aman, menganggap dunia sebagai sebuah hutan yang mengancam dan kebanyakan manusia berbahaya dan egois. Orang yang mengalami insecure umumnya merasa ditolak dan terisolasi, cemas, pesimis, tidak bahagia, merasa bersalah, tidak percaya diri, egois, dan cenderung neurotik. Mereka akan berusaha untuk mendapatkan kembali perasaan secure (aman) dengan berbagai cara. Jadi, seseorang mengalami insecure saat merasa tidak aman atau hidup dalam ketakutan. Kondisi tersebut biasanya membuat seseorang tidak percaya diri.Insecure atau perasaan tidak aman mungkin secara tidak sadar pernah kamu alami. Perasaan insecure muncul saat merasa bersalah, kekurangan atau bahkan tidak mampu.

Dirangkum dari laman WebMD, berikut gejala insecure yang bisa terjadi pada seseorang:

  1. Merasa rendah diri. Salah satu gejala insecure adalah merasa rendah diri atau memiliki citra diri yang negatif. Merasa rendah diri berarti berpikir buruk tentang diri sendiri atau kemampuan diri.
  2. Perfeksionis.Ketidakmampuan untuk merasa puas dan kebutuhan untuk mengontrol serta menyempurnakan sesuatu hal bisa menjadi tanda insecure. Hal ini bermula dari perasaan bahwa diri sendiri dan penampilan tidak pernah cukup.
  3. Isolasi diri sendiri.Rasa insecure juga dapat membuat orang  menghindari interaksi sosial dengan orang lain dan mengisolasi diri mereka sendiri. Terkadang orang-orang ini lebih suka berinteraksi secara virtual melalui dunia maya yang mereka rasa dapat mereka kendalikan.
  4. Prestasi kerja buruk. Rasa insecure juga bisa berdampak pada pekerjaan yakni dapat menjadi motivasi bagi beberapa orang, tetapi lebih sering mengakibatkan kinerja yang buruk. Hal ini dapat menyebabkan kecenderungan untuk menghindari pekerjaan, niat keluar atau berganti pekerjaan segera setelah dimulai, dan sikap kerja yang buruk.
  5. Depresi. Rasa insecure dapat menyebabkan penurunan kesehatan mental. Perilaku atau pemikiran depresif atau rasa cemas sering kali merupakan akibat dari rasa insecure, terutama jika rasa tidak aman itu menghasilkan atau disertai dengan keyakinan dan pola pikir yang salah.

Menurut psikolog klinis Melanie Greenberg, Ph.D., terdapat 3 penyebab umum seseorang merasa insecure, yaitu:

  1. Pertama, insecure karena kegagalan atau penolakan yang terjadi baru-baru ini. Berdasarkan penelitian tentang kebahagiaan, peristiwa yang baru terjadi sangat mempengaruhi suasana hati dan perasaan kita tentang diri kita sendiri. Karena ketidakbahagiaan berdampak pada self-esteem, kegagalan dan penolakan dapat berdampak dua kali lipat pada ketidakpercayaan diri.
  2. Kedua, insecure karena mengalami kecemasan sosial. Rasa takut dievaluasi orang lain dapat menyebabkan rasa cemas yang pada akhirnya membuat mereka menghindari situasi sosial karena merasa tidak nyaman. Jenis insecure ini umumnya didasarkan pada kepercayaan yang menyimpang tentang harga diri mereka.
  3. Ketiga, insecure yang didorong oleh perfeksionisme. Beberapa orang memiliki standar yang sangat tinggi dalam segala hal yang mereka lakukan. Sayangnya, hidup tidak selalu menjadi seperti yang diinginkan. Jika terus-menerus kecewa dan menyalahkan diri sendiri karena menjadi sesuatu yang kurang sempurna, maka akan timbul perasaan tidak nyaman dan tidak layak.

Dilansir dari Alodokter,  ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang menjadi insecure, mulai yang berasal dari luar atau dari dalam diri sendiri. Contoh penyebab perasaan insecure yang berasal dari luar adalah perlakuan dipandang sebelah mata oleh orang lain atau perlakuan overprotective dari orang tua dan pasangan, sementara contoh penyebab yang dari dalam adalah perasaan kesepian dan sifat terlalu perfeksionis.

Dikutip dari Halodoc, insecure yang berlebihan dan tak kunjung diatasi dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental serius. Seperti depresi, gangguan kepribadian, gangguan kecemasan, paranoid, gangguan makan, dan masalah pada body image. Melihat dampak jangka panjang dari insecure tersebut memang tidak bisa dianggap sepele. Bagaimanapun insecure sangatlah tidak bagus apalagi untuk kebahagian diri sendiri dan keseharian kita juga akan terganggu. Oleh karena itu untuk mengatasi perasaaninsecure tersebut sangatlah penting.

Salah satu teknik psikologi dalam mengatasi permasalahan insecure yaitu pendekatanCognitive Behavioral Therapy (CBT). Teori Cognitive Behavioral Therapy (CBT) pertama kali dibuat oleh Aaron T Beck, pada tahun 1921. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) adalah salah satu pendekatan psikoterapi yang sering digunakan dan terbukti efektif untuk mengatasi macam-macamgangguan, termasuk kecemasan dan depresi.Cognitive Behavior Therapy(CBT)merupakan psikoterapi yang berfokus pada kognisi yang dimodifikasi secara langsung, yaituketika individu mengubah pikirkan maladaptifnya (maladaptive thought) maka secara tidaklangsung jugamengubah tingkah lakunya yang tampak (overt action) (Siregar & Siregar,2013).Asumsi yangmendasariCognitiveBehavioral Therapy (CBT), terutama untukpermasalahaninsecure,yaitu bahwa gangguan emosional berasal dari distorsi (penyimpangan) dalam berpikir. Perbaikan pada keadaan emosi dapat memakan waktu lama jika dicapai perubahan pola pikir selama proses terapi berlangsung. Demikian pula pola berpikir yang maladaptif (disfungsi kognitif) dangangguan perilaku. Dengan memahami dan merubah pola tersebut, kitadiharapkan mampu perubahan cara berpikirnya dan mampumengendalikan gejala-gejala dari gangguan yang dialami. CBT melihat bahwa masalah bukan disebabkan oleh situasi, tetapi bagaimana individu melihat masalah itudalampikirannya.Hal ini berpengaruh pada perasaan individu dan tindakannya pada kehidupan sosial.

Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy(CBT) menitik beratkan pada restrukturisasi atau pembenahan kognitif yang menyimpang akibat kejadian yang merugikan dirinya baik secara fisik maupun psikis. CBT merupakan teknik yang dilakukan untuk meningkatkan dan merawat kesehatan mental. Pendekatan ini akan diarahkan kepada modifikasi fungsi berpikir, merasa dan bertindak, dengan menekankan otak sebagai penganalisa, pengambil keputusan, bertanya, bertindak, dan memutuskan kembali. Sedangkan, pendekatan pada aspek behavior diarahkan untuk membangun hubungan yang baik antara situasi permasalahan dengan kebiasaan mereaksi permasalahan. Seseorang harus mampu mengubah cara berfikir dan prilakunya sendiri demi mencapai masa depan yang dia inginkan.

Jika memiliki perasaan insecureyang tidak kunjung hilang, sebaiknya konsultasikan ke psikolog agar kamu bisa mendapatkan saran serta bimbingan yang tepat untuk menghadapi perasaan ini.***

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *