banner 728x250

Persepsi Positif Menurunkan Emosi Negatif

  • Share
banner 468x60

Oleh: Irsyadul Fitri (Mahasiswi Psikologi Islam IAI Sumbar Pariaman)

Di dalam ilmu Psikologi kita mengenal istilah persepsi. Persepsi merupakan pandangan atau pengertian ,yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu.Persepsi terbentuk dari perolehan informasi secara langsung dari lingkungan melalui proses pengindraan . Seorang tokoh psikologi, Alex Sobur mengemukakan bahwa persepsi adalah proses saat kita menjadi sadar akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indra kita. Disini dapat kita pahami  bahwa persepsi merupakan suatu proses pemberian makna terhadap semua objek, baik itu benda hidup maupun benda mati. Persepsi ini bisa bersifat positif maupun negative. Ketika kita memandang sesuatu masalah menjadi lebih bijak sehingga tidak memberikan pengaruh negative pada emosi kita, maka hal ini dapat dikatakan sebagai persepsi yang positif. Dalam kehidupan yang dijalani, tentu ada berbagai tekanan dan problema-problema kehidupan.  Tentu saja secara tidak langsung kita memiliki persepsi terhadap hidup dan permaslahan yang kita jalani. Namun, dalam berpersepsi, dibutuhkan kebijaksanaan dalam mengolah pikir agar positif dan tidak memberikan dampat yang negative pada emosi. Ketika individu selalu memiliki pandangan yang negative terhadap suatu hal, hal yang wajar Ketika ia selalu merasakan kecemasan, stress dan emosi negative lainnya.

banner 336x280

Menurut seorang Psikiater RS Siloam Bogor dr. Jiemi Ardian Sp.Kj,mengemukakan bahwa emosi adalah sesuatu yang penting bagi tubuh manusia. Itu terjadi dengan spontan, alamiah. Tugasnya untuk melindungi manusia. Jadi tidak ada emosi negatif dan emosi positif, semua sama nilainya dan sama pentingnya. Sekalipun marah atau sedih, kedua emosi tersebut tetap penting kehadirannya. Misalnya, kita emosi marah ketika teman kita menghianati kita,untuk kedepannya kita berhati-hati terhadapnya dan mencari teman yang lebih baik darinya .Atau emosi sedih ketika kehilangan seseorang, justru itu menunjukan betapa pentingnya orang itu. Emosi menunjukan ada pesan dari dalam diri. Saat berpikir sedang merasakan emosi negatif seperti marah dan berusaha untuk menekannya. dr Jiemi juga menyampaikan cara itu justru mendorong kesadaran diri jadi menjauh. Menurutnya, yang perlu dilakukan justru menemukan sisi tengah dari perasaan tersebut,bukan terus menerus menekan.  

Emosi itu merupakan hal yang wajar ada pada setiap orang.Dimana emosi dapat membuat kita lebih leluasa dalam menyalurkan atau menyampaikan ekspresi atau persepsi yang ada dalam fikiran yang menghasilkan atau menjadi suatu tindakan.Jika kita memendam emosi  hal tersebutlah yang berbahaya bagi kesehatan kita karena produksi hormone stress yang tinggi bisa meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.Kemudian kita akan berisiko menderita berbagai macam penyakit kronis,seperti gagal jantung dan stroke.Emosi itu ada yang positif dan negative.”Yuk,kita cari tahu apasih emosi positif dan emosi negative itu?”. 

Pertama, emosi positif merupakan suatu respon yang timbul akibat adanya stimulus atau rangsangan dalam konteks hal yang positif,contohnya seseorang yang memenangkan sebuah perlombaan akan memunculkan emosi senang dan bahagia ,juga perasaan cinta,bersyukur,dan kagum.Yang kedua,emosi negative merupakan respon yang timbul juga akibat adaya stimulus atau rangsangan dalam konteks hal yang negative,contohnya marah dan benci kepada seseorang.Orang yang mengalami emosi negative ini cenderung tidak terkontrol tingkah lakunya.Dari kedua jenis emosi tersebut tentunya memberikan dampak pada diri kita yang mungkin saja kita sendiri tidak dapat merasakannya secara langsung.Namun hal tersebut haruslah kita dapat mengontrol dan mengendalikan emosi  yang kita rasakan ,agar tidak memberikan dampak pada diri kita nantinya.

Dilihat dari hal di atas, kita perlu mengendalikan kedua emosi tersebut,dan emosi yang patut diberikan perhatian yang lebih ialah emosi negative. Hal ini karena saat kita mengalami emosi negative tentunya tingkah laku kita mulai berubah dan bahkan sulit untuk dikendalikan. Seperti melakukan tindakan melukai diri sendiri atau orang lain,tindakan marah yang berlebihan,stress ,hingga bunuh diri seperti banyaknya kasus yang akhir-akhir ini marak terjadi di negara kita.Di dalam mempresepsikan suatu hal,setiap kita tentunya berbeda-beda persepsinya,ada yang bilang jika bunuh diri atau melukai diri  itu adalah hal yang wajar dilakukannya karena ia sudah terlalu lama menderita dan tidak bisa menanggung atau menahan penderitaan yang ia alami,jika ia sudah meninggal maka semua masalahnya akan hilang,namun persepsi seperti itu tidak benar,bahkan kemungkinan orang tersebut tidak sehat mentalnya dan bisa jadi suatu saat nanti dia akan melakukan hal yang sama.

Setiap individu idealnya adalah memiliki kemampuan untuk lebih bisa mengontrol diri dari hal-hal dan perilaku yang mengarah pada merusak diri dan emosi. Kita tentu mengetahui dampak yang diakibatkan dari tindakan tersebut.Janganlah kita berlebihan dalam bersikap dan bertindak .Walaupun begitu,sebenarnya kita tidak harus menjadi selalu baik-baik saja. Ada kalanya kita menjadi tidak baik-baik saja. Suatu hal yang lumrah ketika kita merasa sedih,marah,takut dan bahagia.Sebab itu adalah hal-hal yang manusiawi yang kita alami.Namun ingatlah ,dengan apa yang kita rasakan ,tetaplah pada porsinya dan tidak secara berlebihan.

Emosi negative seringkali merugikan diri sendiri bahkan orang lain.Emosi negative yang tidak dikelola dan dikendalikan dapat berdampak buruk bagi diri sendiri dan bisa mempengaruhi hidup bahkan merusaknya.Kita harus bisa mengendalikan emosi-emosi negative yang sering muncul dalam kehidupan kita.Mengelola emosi negative yang terjadi akan membuat kita lebih tenang dan perasaan bahagia akan muncul sebagai bentuk emosi yang positif.Oleh karena itu,disini penulis akan memaparkan beberapa rangkuman dari hasil penelitian tentang cara untuk mengelola atau mengendalikan emosi negative:

Berfikir dan bersikap positif

Kita mungkin tidak dapat mengubah situasi buruk yang menimpa kitanamun kita bisa mengubah sudut pandang kita untuk melihat situasi tersebut menjadi lebih positif.Misalnya,kita merasa kecewa dengan banyaknya kritikan pada presentasi yang kita berikan.Pada situasi seperti ini ,cobalah memikirkan sisi positifnya bahwa kritik tersebut sebenarnya dapat bermanfaat bagi kita untuk lebih baik kedepannya. 

Hindari situasi yang bisa memicu munculnya emosi negative 

Hindarilah situasi yang bisa membuat kita merasakan emosi negative,misalnya jika kita       mudah marah ketika kita mengalami kemacetan dan kita sedang terburu-buru,maka kita dapat mengatur waktu untuk berangkat lebih awal saat arus jalan tidak terlalu macet,atau kita bisa mengambil jalan alternatif yang lain.Dan begitu juga bila emosi itu datang ketika kita melihat social media atau bahkan ketika bersama orang-orang yang membuat kita jengkel dan marah,adakalanya kita istirahat sejenak dari sosmed dan menyelesaikan permasalahan yang kita alami dengan orang lain.   

Melakukan aktivitas yang menyenangkan

Melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat membawa pengaruh positif bagi hidup kita,misalnya:

Berolahraga.Olahraga tidak hanya kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan,juga merupakan sarana untuk mengelola stress.Seperti yoga,senam aerobic yang merupakan contoh latihan fisik yang baik bagi kesehatan mental .

Mempelajari kemampuan baru seperti mempelajari Bahasa ataupun alat music yang dapat membangkitkan kepercayaan diri kita dan dapat menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengendalikan emosi.

Menjaga komunikasi dengan orang-orang terdekat kita,seperti keluarga,sahabat,tetangga,yang bisa membuat kita nyaman.Keluarga dan sahabat bisa membuat kita nyaman,dimana kita bisa berbagi kesulitan yang kita alami.

Memberikan senyuman,waktu atau bantuan untuk orang lain.Semua hal ini dapat membawa pengaruh positif bagi diri kita dan juga orang lain.Cobalah untuk mengikuti program bakti sosial, menjadi relawan atau bahkan mendonorkan darah. ***

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *