banner 728x250

Mengenal Sosok Adlis Legan, Wakotif Pariaman Pertama yang Tutup Usia

  • Share
banner 468x60

Oleh: Armaidi Tanjung

Innalillahi wa innailahi raji’un. Satu lagi mantan pejabat di Kota Pariaman wafat. Melalui pesan singkat di wathsapp saya baca, kabar duka. Drs. H. Adlis Legan bin Marah Legan, Walikota Administrasi (Wakotif) pertama  Pariaman  wafat sekitar pukul 17.00 WIB hari ini Jumat 9 Juli 2021/29 Dzulqaidah 1442 H. Almarhum tutup usia di rumah anaknya,  komplek Griya Mawar Sembada Indah, Lapai, Kecamatan Nanggalo Kota Padang pada usia 82 tahun.

banner 336x280

Almarhum meninggalkan lima putri dan satu putra. Sedangkan yang laki-laki  sudah wafat duluan.

Sosok Adlis Legan tidak bisa dipisahkan dengan perubahan status Kecamatan Pariaman Kabupaten Padangpariaman tahun 1987. Ia merupakan Camat Pariaman terakhir yang sekaligus Walikota Administratif Pariaman pertama.

Banyak suka duka yang dialami dalam suasana perubahan status Pariaman tersebut. Termasuk selama menjabat Walikota Administratif Pariaman.

Kota Administratif Pariaman diresmikan Menteri Dalam Negeri Suparjo Rustam, sedangkan Drs. Adlis Legan dilantik Gubernur Sumatera Barat Ir. Azwar Anas menjadi walikotanya. Adlis Legan juga ditunjuk merangkap menjadi camat di tiga kecamatan, Pariaman Utara, Pariaman Tengah dan Pariaman Selatan, menjelang pelantikan pejabat  camat yang baru.

Selama 15 hari jabatan di Kotif dirangkap Adlis. Tepat 15 Nopember 1987, Adlis Legan melantik camat Pariaman Utara, Pariaman Tengah dan Pariaman Selatan.

Hari-hari pertama menjabat Walikota,  Adlis Legan harus siap menjalankan roda pemerintahan seadanya. Dengan kondisi minim, pelayanan kepada masyarakat harus tetap jalan tanpa harus menunggu dana yang tersedia. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong dengan staf, pelan-pelan kantor pun dibenahi. Ruang kerja dicat.

Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Barat melalui suratnya nomor 135/169/Pem-1987 tanggal 12 Januari 1987 memberikan petunjuk teknis persiapan peresmian Kota Administratif Pariaman, sekaligus peresmian tiga kecamatan di wilayah Kota Administratif Pariaman. Direncanakan peresmian awal September 1987. Namun pelaksanaan baru dapat dilakukan 29 Oktober 1987 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Roestam. Sekaligus dilantik Drs. Adlis Legan  sebagai Walikota Administratif Pariaman pertama berdasarkan SK Gubernur Sumatera Barat nomor UP.2925/5/DN-1987 tanggal 7 September 1987.

Makin dekatnya peresmian Kota Administratif yang akan diiringi dengan pelantikan Walikota Administratif, maka beberapa pihak yang merasa ingin menduduki jabatan itu melakukan berbagai taktik. Ada beberapa orang pejabat mengincar Walikota Administratif.

Dari beberapa prestasi yang diperoleh Adlis Legan sebagai Camat Pariaman, Bupati Padangpariaman Anas Malik cukup tertarik dengannya. Dengan alasan itu, Anas Malik mempercayakan Adlis Legan sebagai Wakotif Pariaman pertama. Gubernur Azwar Anas pun mendukung Adlis ditetapkan sebagai Wakotif. Apalagi wilayah kerjanya hampir sama saja dengan jabatan Camat Pariaman. Hanya saja status saja sudah meningkat, jadi Kota Administratif. 

Setelah dilantik  sebagai Walikota Administratif, Adlis Legan makin berupaya meningkatkan penataan Kecamatan Pariaman yang sudah dikembangkan menjadi Kota Administratif.

Sebagai mantan camat dan Wakotif Pariaman, beberapa kali mengunjungi kota di luar Sumatera Barat. Dari pengalaman tersebut, ada ide membuat trotoar sekaligus pohon pelindung di beberapa ruas jalan di Kota Pariaman. Hal ini tentu saja memperindah kota dan memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki. Sesuai dengan pikiran Bupati Anas Malik, bagaimana kebersihan masyarakat Kota Pariaman terus dibenahi.

Pembangunan trotoar merupakan pembenahan terhadap fisik Kota Pariaman. Trotoar pertama yang dibangun Adlis Legan adalah di jalan Bagagarsyah. Untuk pelaksanaan program ini,  terpaksa kuburan yang terkena dalam pembangunan trotoar dipindahkan.

Selain trotoar, Adlis juga mulai menanam pohon pelindung. Pohon pelindung di sepanjang jalan protokol sangat penting artinya penataan sebuah kota. Namun gagasan trotoar dan pohon pelindung yang dilakukan Adlis mendapatkan tanggapan sinis dari berbagai pihak.

Sebagai orang pamong, Adlis tidak menanggapi ocehan sinis tersebut. Adlis yakin ide itu bermanfaat. Ternyata ribut-ribut rencana pohon pelindung dan trotoar sampai juga ke telinga Bupati Padang Pariaman Anas Malik.

”Pak Wakotif, idenya bagus. Tetap saja jalankan. Saya di belakang,” kata Bupati Anas Malik kepada Adlis.

Tentu saja ucapan tersebut menambah semangat Adlis untuk tetap menjalankan idenya. Ocehan dari sana sini tak dihiraukan lagi.

Setelah tidak menjabat lagi, pohon pelindung sudah besar. Manfaat trotoar dan pohon pelindung dirasakan masyarakat. Belakangan yang menentang ide Adlis mengakui manfaat trotoar dan pohon pelindung.

Ketika membuka jalan dari Kantor Walikota Pariaman  di Jalan Syekh Burhannuddin menuju Kampungbaru, berbagai caci maki dilontarkan masyarakat kepada Adlis Legan.

”Wakotif kalera, Wakotif anjing, babi. Seenaknya saja mengambil tanah orang untuk jalan. Apo wee nan punyo tanah ko (Apa dia yang punya tanah ini),” begitu caci maki beberapa masyarakat kepada Adlis.

Dengan penuh kesabaran dan kebesaran hati Adlis menghadapinya. Secara pelan-pelan dijelaskan manfaat dibukanya jalan. Memang benar tanah itu tidak milik Adlis. Tapi jika dibuka jalan, yang beruntung juga masyarakat di sekitarnya. Alhamdulillah kini jalan tersebut sudah hotmik. Masyarakat di sekitarnya amat merasakan manfaat jalan dibuka.

”Bila bertemu dengan orang mencaci maki dulu, sembari bergurau, bagaimana dulu saya dicaci maki. Jawabanya, sudahlah. Jangan diungkit lagi masa lalu itu,” ulang Adlis, suatu kali pada penulis.

Adlis Legan juga mengurus pemindahan lokasi penjara, Lembaga Pemasyarakatan, Kabupaten Padangpariaman yang berada di pusat kota Pariaman yang sudah tidak layak lagi. Apalagi dekat dengan pusat perkantoran, pasar dan terminal. Pemerintah Kabupaten Padangpariaman harus mencari tanah pengganti dan sekaligus mensertifikatkan tanah lokasi penjara yang merupakan peninggalan Belanda.

Setelah melakukan berbagai pembicaraan yang dilakukan Adlis Legan di Jakarta, akhirnya disetujui pemindahan LP Pariaman ke lokasi yang baru di Karan Aua.

Pada Hari Lingkungan Hidup tahun 1993, Adlis Legan diundang ke istana Negara 5 Juni 1993 dalam rangka penyerahan pemenang kalpataru dan Adipura menerima piala dari Presiden Soeharto. Adlis Legan didampingi Bupati Padang Pariaman Zainal Bakar dan masing-masing isterinya.

Berikut Biodata Adlis Legan

Nama Lengkap                      : Drs. Adlis Legan

Tempat/Tanggal lahir          : Lubuak Aluang, 19  – 10 – 1939

Riwayat Pendidikan :

  1. SDN Lubuak Aluang, tamat 1954
  2. SMP 1 Pariaman, tamat 1957
  3. SMA ( hanya kelas I, karena PRRI meletus)
  4. SMA Netral di Padang, tamat 1966
  5. Akademi Administrasi Niaga (AAN) D III Ekonomi
  6. STI SOSPOL Imam Bonjol, tamat 1987

Riwayat Pekerjaaan :

  1. Komandan Polisi Pamong Praja di Kecamatan Lubuk Begalung Kabupaten Padangpariaman 1962-1966
  2. Kepala Kantor Camat Lubukbegaluang Kabupaten Padangpariaman Maret 1966 – Desember 1968
  3. Kepala Kantor Camat Kototangah Kabupaten Padangpariaman Januari 1969 – 5 Desember 1971
  4. Camat Siberut Selatan Kabupaten Padangpariaman 13-12-1971 s/d 27-4-1976
  5. Camat 2 X 11 Enamlingkung Kabupaten Padangpariaman 6-4-1976 s/d 12-5-1978
  6. Camat Pariangan Kabupaten Tanahdatar 14-6-1978 s/d 14-5-1980
  7. Camat Batipuh Kabupaten Tanahdatar 14-5-1980 s/d 9-11-1982
  8. Camat Pariaman Kabupaten Padangpariaman 6-4-1982 s/d 29-10-1987
  9. Walikota Administratif Pariaman 29-10-1987 s/d 23-9-1993
  10. Itwilkab  27 Juli 1993
  11. Peneliti 1 – 10 1995 s/d 31-10-2003

Keluarga :

Nama Ayah       : St. Marah Legan

Nama Ibu          : Siti Rahim

Nama Isteri      : Suryati

Nikah Tanggal    : 23 Oktober 1969

Nama Anak-Anak           : 1. Dra. Rahmadeni Surya (11-11-1970)

2. Ir. Elfitra Desi Surya (3-2-1972)

3. Meri Andriati Surya, SH (29-11-1973)

4. Tria Novita Surya, SE (23-3-1975)   

banner 336x280
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *